Connect with us

Hukrim

Perkara Agunan, PT Andalan Finance Libatkan Kakak Beradik. Saksi Sampaikan, Mobil Dipakai Operasional Perusahaan Bukan Dioper Alihkan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Gegara jaminkan 3 unit mobil ke PT.Andalan Finance Upik Santoso dan Yahya Santoso kembali jalani sidang  yang beragendakan mendengar keterangan saksi tampak Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, hadirkan Isac sebagai saksi guna sampaikan keterangan.

Adapun, yang disampaikan Isac yakni, ia bekerja dibawah pimpinan Yahya Santoso.
Pada medio 2016 hingga 2020 ia sebagai sales marketing memang menggunakan mobil Yahya Santoso guna operasional perusahaan.
” Sebagai penunjang dalam pekerjaan Yahya Santoso memang memberi mobil dari hari Senin hingga Jumat. Sedangkan, Sabtu dan Minggu mobil dikembalikan ke perusahaan ,” tuturnya.

Lebih lanjut, saksi tidak mengetahui mobil dalam keadaan dijaminkan oleh, Yahya Santoso (pemilik perusahaan).

Hal lainnya, yang disampaikan saksi yaitu, mobil memang dalam penguasaannya karena dipakai saksi setiap hari kerja.
” Ia tidak memungkiri, memakai mobil jenis Mazda untuk menjaga penampilan guna menawarkan produk perusahaan , ” beber saksi.

Masih menurutnya, pada medio Maret tahun 2020 fasilitas kantor berupa, mobil jenis Mazda seingat saksi terakhir diserahkan ke Polrestabes Surabaya, lantaran ada masalah (BI Check-In).

Secara terpisah, Dio Arisandy selaku, Penasehat Hukum kedua terdakwa saat ditemui mengatakan, bahwa saksi yang dihadirkan JPU adalah karyawan kliennya.

Dari fakta sidang, yang disampaikan saksi bahwa mobil dipakai guna operasional perusahaan bukan dioper-alihkan.
” wajar Khan !, sebuah perusahaan memiliki mobil operasional dan digunakan oleh karyawan. Atas sangkaan yang menjerat kliennya, dimana letak kesalahannya ? ,” pungkasnya.              MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending