Connect with us

Hukrim

Lie You Hin Tidak Pernah Turut Serta Penggelapan, Divonis 1 Tahun Tidak Ditahan Dengan Masa Percobaan 2 Tahun.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang agenda putusan dalam perkara yang melibatkan Lie You Hin sebagai Dirut PT.Gala Bumi Perkasa (GBP), yang disangkakan secara bersama-sama telah melakukan atau turut serta dengan sengaja melawan hukum memiliki sesuatu barang dari milik orang lain sebagaimana dalam dakwaan Darwis selaku,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, yaitu, terdakwa dijerat dalam pasal 372 Juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sidang lanjutan agenda putusan tampak dibacakan oleh, Tumpal Sagala selaku, Majelis Hakim berupa, menimbang bahwa kerjasama sekian rupa itu terdakwa dapat dikategorikan turut serta melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan JPU yaitu, pasal 372 Juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP telah terpenuhi
maka Majelis Hakim berpendapat bahwa terdakwa tidak pernah turut serta melakukan penggelapan.

Bahwa terdakwa karena tidak ditahan dan dituntut 1 Tahun penjara dan menurut pasal 14 huruf a ke 1 KUHP yang menyebutkan, apabila Majelis Hakim menjatuhkan pidana paling lama 1 tahun tidak termasuk pidana kurungan bagi terdakwa maka Majelis Hakim memerintahkan pula pidana kurungan tidak usah dijalani kecuali jika dikemudian hari ada putusan Majelis Hakim yang menentukan lain disebabkan terdakwa melakukan tindak pidana sebelum masa percobaan berakhir.

Diruang yang lain, Makin Rahmat selaku, Penasehat Hukum terdakwa saat ditemui mengatakan, bahwa faktanya terdakwa menjalankan Anggaran Dasar Rumah Tangga Perusahaan (AD/ART) dalam perjanjian keluar secara administrasi harus melibatkan dua direksi.

Masih menurutnya, kliennya tidak tahu semua atas instruksi Henry J Gunawan bahkan perkara ini muncul baru tahu ini bermasalah.

Atas putusan Majelis Hakim, ia menyatakan masih pikir-pikir. Semestinya, putusan Majelis Hakim Onslag            MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending