Connect with us

Hukrim

Eksepsi Didik Prasetyo Selaku, Area Manager PT.Danamon Bank Indonesia Ditolak Majelis Hakim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, atas perkara turut serta dengan sengaja atau menyebabkan kesalahan pencatatan dalam pembukuan PT.Bank Danamon Indonesia yang memaksa Didik Prasetyo ditetapkan sebagai terdakwa kembali diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (19/5/2021).

Dipersidangan yang beragendakan putusan sela tampak, Suparno selaku, Majelis Hakim membacakan pertimbangannya di sesi putusan sela.

Adapun, putusan sela yakni, menimbang atas eksepsi terdakwa bahwa Majelis Hakim
tidak sependapat dengan eksepsi terdakwa.

Selain tidak sependapat semua unsur tindak pidana yang didakwakan oleh,JPU telah memberi gambaran secara bulat dan utuh tentang tindak pidana.

Menimbang dalam perkara yang melibatkan Didik Prasetyo maka Majelis Hakim memutuskan eksepsi terdakwa haruslah ditolak.Selebihnya keberatan terdakwa ditolak lantaran, telah memasuki pokok perkara.

Mengadili, menolak eksepsi terdakwa serta memerintahkan JPU melanjutkan proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya.

Usai bacakan putusan sela, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Penasehat Hukum terdakwa guna menanggapi atas putusan sela tersebut.

Dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim oleh Penasehat Hukum terdakwa di muka persidangan menyampaikan cukup.
” Cukup Yang Mulia ,” ucapnya.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending