Connect with us

Hukrim

Ngaku Jaksa, Abdusssamad Selama 2 Bulan Rugikan Harris Hotel Surabaya Diadili.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Cerdik, pandai dan berwibawa jika menggunakan seragam lengkap dengan atributnya sembari menenteng tongkat komando justru, malah menyeret Abdusssamad ke meja hijau guna diadili.

Perkara mengaku-ngaku sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, terpaksa dilakukan Abusssamad guna menguntungkan diri sendiri serta melakukan rangkaian kebohongan adalah sebuah perbuatan yang melawan hukum sehingga memaksanya duduk sebagai terdakwa guna menjalani proses hukum.

Dipersidangan, Adi selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan 5 orang saksi guna menyampaikan keterangan.

Dandy dan temannya, mengawali memberikan keterangan sebagai korban atas janji Abdusssamad yang bisa meluluskan guna menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Kejaksaan.

Masih menurut keterangan keduanya, saat itu terdakwa mengaku, sebagai Jaksa lalu pindah sebagai Kejari Surabaya.
” Awalnya, ia mendaftar ujian CPNS. Namun, pada tes yang pertama di suruh nunggu info dari Jakarta dan hingga sekarang tidak ada info lagi,” bebernya.

Kedua saksi menyampaikan, menyerahkan uang 250 juta secara bertahap dimulai sebelum pendaftaran hingga selesai pendaftaran.
” Tes pertama gak lulus sebagai calon Jaksa dan disuruh nunggu sudah diatur oleh pihak yang ada di Jakarta. Sembari sampaikan info terdakwa meminta keduanya membayar 1 Juta guna mendapatkan NIP ,” ucapnya.

Sesi selanjutnya, Chandra selaku, Intel Kejaksaan Negeri Surabaya, mengatakan,
melalui informasi daru rekan Polsek setempat ada laporan dari pihak Harris hotel.

Hal lainnya, disampaikan saksi, bahwa terdakwa menginap di Harris Hotel Surabaya, selama 2 bulan belum bayar.
” Beberapa staff Harris Hotel saat melakukan tagihan justru, malah mendapat ancaman terdakwa akan  menutup hotel tersebut ,” paparnya.

Atas informasi yang didapat maka saksi dan beberapa rekannya melakukan penyelidikan. Alhasil, dalam database nama terdakwa tidak terdaftar sebagai Jaksa.

Berdasarkan database maka ia dan rekan-rekannya melakukan penangkapan terhadap terdakwa. Barang yang turut diamankan yakni, seperti tongkat komando, kartu PJI , baju seragam Jaksa lengkap dengan atributnya.

Menurut pengakuan terdakwa, di hotel Harris selama 2 bulan belum bayar. sedangkan bagus salah satu sopir terdakwa turut diamankan.

Sedangkan, salah satu staff Harris Hotel dalam keterangannya, mengatakan, pada medio 2020, ia melakukan tagihan terhadap terdakwa.
” saat ditagih terdakwa ngaku sebagai Kejari hanya menjawab, ya nanti ! ,tagihan akan
dibayarkan oleh negara ,” ucapnya.

Selang berikutnya, ia melakukan cek ke Polsek setempat dan ke Kejaksaan Negeri Surabaya, ternyata terdakwa bukan Jaksa.

Saksi menambahkan,terdakwa datang ngaku sebagai aparat dan sopirnya juga menginfokan ke saksi bahwa terdakwa akan ditugaskan di Surabaya.
” Sehari hari saat ditagih, terdakwa akan keluarkan tongkat dan baju aparat akan bahaya sembari mengancam akan menutup hotel , ” imbuhnya.

Atas perbuatan terdakwa Harris Hotel Surabaya, merugi sekitar 60 juta.

Bagus Sanjaya selaku,sopir terdakwa mengkisahkan perkenalannya dengan terdakwa.
” saat ia kerja di hotel dan terdakwa sebagai tamu hotel dan saling tegur sapa menjadi akrab. Dari obrolan ia ditawari guna bekerja ke terdakwa sebagai driver (sopir pribadi) ,” paparnya.

Ia juga tidak tahu terdakwa berkantor dimana.
” Ia hanya di hotel terus.Tugasnya mengantar istri terdakwa serta ia dibuatkan
ID card dri terdakwa, ” ucapnya polos.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending