Eksepsi Imam Santoso Ditolak Hakim, Meski Penangguhan Penahanan Dikabulkan.

38

Surabaya-basudewanews.com, Imam Santoso (terdakwa) yang disangkakan melakukan tindak pidana berupa, penggelapan dengan modus jual beli kayu sebesar 3,6 Milyard harus kembali jalani proses hukum  dipersidangan lanjutan.

Sidang lanjutan, yang beragenda putusan sela tampak di bacakan oleh, I Ketut Tirta selaku, Majelis Hakim menolak eksepsi terdakwa. Dipersidangan sebelumnya, Majelis Hakim mengabulkan penangguhan penahanan.

Diruang Sari, Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (17/5/2021), tampak Majelis Hakim bacakan putusan sela. Adapun, inti putusan sela yakni, eksepsi terdakwa ditolak lantaran, menganggap dakwaan JPU kabur namun, Majelis Hakim berpendapat bahwa perkara yang melibatkan Imam Santoso sebagai terdakwa harus di buktikan di persidangan.
“Mengadili, menyatakan, bahwa eksepsi terdakwa tidak dapat diterima,” ucapnya.

Secara terpisah, Sutriyono selaku, Penasehat Hukum terdakwa saat ditemui mengatakan, bahwa ia menghormati  putusan sela Majelis Hakim.

Masih menurutnya, bahwa ia berkeyakinan masih ada sesi agenda pembuktian guna meng- Counter dakwaan maupun keterangan Irene Ulfa selaku Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya.

sebelumnya, Imam Santoso terjerat kasus penggelapan senilai 3,6 Miliar. Saat itu, perusahaan terdakwa bekerjasama dengan CV. Jasa Mitra Abadi dalam jual beli kayu.  Willyanto yang menjabat Direktur CV.JMA tersebut, memesan sejumlah kayu kepada terdakwa.

Dirinya tergiur dengan hasil jumlah kayu yang ditebang kemudian Willyanto melakukan pemesanan kayu. Pemesanan diantaranya kayu Meranti, Rimba, dan Idab
namun, sejak 2017 pesanan kayu tidak kunjung dikirim oleh terdakwa.

Melalui dakwaan JPU, uang tersebut dialihkan ke Pt. Randoetatah Cemerlang yang tidak mempunyai hubungan dalam bisnis mereka. Sehingga JPU menjerat terdakwa dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan  372 KUHP tentang penggelapan.          MET.