Eksepsi Didik Prasetyo Selaku, Area Manager PT.Danamon Bank Indonesia Ditanggapi Jaksa.

255

Surabaya-basudewanews.com, Perkara turut serta dengan sengaja atau menyebabkan kesalahan pencatatan dalam pembukuan PT.Bank Danamon Indonesia, membuat Didik Prasetyo diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (28/4/2021).

Dipersidangan, Darwis yang digantikan oleh, Herwiadi selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menanggapi eksepsi terdakwa.

Adapun, dalam tanggapan, JPU menyampaikan, bahwa Pengadilan Negeri Surabaya, berwenang mengadili perkara ini dan JPU melanjutkan pemeriksaan terdakwa.

Usai bacakan tanggapan atas eksepsi terdakwa selanjutnya, Suparno selaku, Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan sela pada persidangan pekan depan.

Untuk diketahui,terdakwa bersama Alusius Dwipa Subiantoro, Ratna Sari Thedja dan Agus Sutiyono adalah karyawan PT.Bank Danamon yang beralamatkan jalan.Coklat Kelurahan Bongkaran Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Keempat karyawan tersebut, telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam berkas terpisah.

Pada medio Maret 2018, keempat karyawan telah melakukan proses pinjaman Joy Sanjaya Tuwa.

Dalam perkara ini, terdakwa selaku, Area Manager membawahi, koordinasi, memantau dan melakukan pemasaran guna pencapaian target.

selain itu, juga memantau folio kredit, memastikan Coverage lancar dan sesuai taget yang ditetapkan dan memastikan terselenggaranya Standar Operasional Pelayanan serta mengelola proses sesuai prosedur.

Atas hal tersebut, terdakwa dianggap tidak patuh pada prinsip kepatuhan perbankan sehingga JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 49 ayat (1) huruf a Undang-Undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 7 tahun  1992 tentang perbankan Juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

Secara terpisah, Makin Rahmat selaku, Penasehat Hukum terdakwa kepada awak media menyampaikan, sengaja mengajukan eksepsi dakwaan JPU.

Ia beranggapan, bahwa kliennya tidak bekerja sendirian tentunya, ada atasan yang juga berperan
” Nyatanya hanya kliennya yang diadili.Setelah dicek tidak ada tersangka lain,” bebernya.

Masih menurutnya, pencairan kredit bukan tanggung jawab kliennya. Sebagai area manager  kliennya meneruskan permohonan kredit ke atasannya.
” Yang mengesahkan permohonan kredit dan disetujui. Ia melihat ada kekeliruan sistem namun, kekeliruan tersebut,dibebankan kliennya,” pungkasnya.             MET.