Connect with us

Hukrim

Sidang Lanjutan, Gugatan King Finder Wong Melawan Harijana, Tak Satupun Surat Pernyataan Berbunyi Menerima Hak Waris.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan gugatan perdata yang dilakukan oleh, King Finder Wong sebagai penggugat melawan Harijana selaku, tergugat pada Kamis (6/5/2021)  memasuki akhir penyerahan bukti dari kedua pihak yakni, penggugat maupun tergugat.

Dalam gugatan 4 bank juga sebagai turut tergugat diantaranya, bank Danamon, bank ICBC, bank HSBC dan bank Permata.

Melalui persidangan, diketahui bahwa Harijana tergugat menyampaikan bukti bahwa berdasar surat keterangan menolak warisan tertanggal (13/10/2020). Bahwa,
Hoie Fie Chung dan Hioe Tjing Kie yang bertempat tinggal di New Jersey Amerika Serikat, keduanya dengan ini menyatakan, melepaskan hak waris.

Bukti lain, berdasar surat keterangan menolak warisan tertanggal (14/10/2020). Bahwa Hioe Kim Moy dan Fenita Okadjaja
juga bertempat tinggal di California, Amerika Serikat, keduanya dengan ini menyatakan melepaskan hak waris.

Atas surat keterangan menolak warisan ( Hoie Fie Chung dan Hioe Tjing Kie serta Hioe Kim Moy dan Fenita Okadjaja ) keempatnya menyatakan, melepaskan hak waris dan memberikan hak waris kepada saudaranya yakni, Hioe Wan Yok.

Sebagaimana diketahui, Hoie Fie Chung adalah warga negara Amerika. Wanita tersebut, menyatakan anak pertama dari Hioe Tjan Tjhong (Agung Okadjaja) dengan Woen Oen Khoen In (Guninta) kedua nama yang dimaksud telah meninggal dunia.

Selain, anak pertama Hoie Fie Chung, memiliki saudara diantaranya,Hio Kim Moy,Hioe Wan Yok, Hoe Tjing Kie,Fenita Okadjaja dan almarhum Aprilia Okadjaja.

Lebih lanjut, Hoie Fie Chung, mengaku pernah tinggal dan menjadi warga negara Indonesia. Bahwa Hoie Fie Chung menolak  untuk menerima harta waris peninggalan saudara kandung (adik) yang bernama Aprilia Okadjaja.

Sedangkan, Hioe Kim Moy sebagai anak kedua dari 6 saudara menyatakan, hal yang sama dengan Hoie Fie Chung serta kedua surat pernyataan dibuat pada (11/10/2020) di New Jersey AS. Demikian halnya, bahwa
Hoe Tjing Kie dan Fenita Okadjaja
menyatakan hal yang sama juga.

Mengacu pada hal tersebut, semua surat pernyataan tampak tidak ada satupun yang menyatakan, menyebutkan atau berbunyi menerima hak waris.

Secara terpisah, Wellem Mintarja saat ditemui para awak media mengatakan, bahwa fakta dipersidangan, diketahui bersama bahwa telah jelas dan tegas dari semua surat pernyataan tersebut, tidak ada satu pun yang menyebutkan atau menyatakan menerima hak waris.
” Dipersidangan surat pernyataan tidak ada satupun, yang berbunyi menerima hak waris,” singkatnya sembari mengakhiri pembicaraan.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending