Connect with us

Hukrim

Ratu Tipu Gelap Lily Yunita Ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Ratu tipu gelap yang kerap keluar masuk penjara yakni, Lily Yunita, untuk keempat kalinya ini, Ratu tipu gelap tersebut, harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Sebelumnya, dengan tiga kasus yang sama Lily Yunita diamankan anggota Subdit I/TP Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim, atas kasus investasi bodong.

Kombes Pol Gatot Repli Handoko selaku, Kabid Humas Polda Jatim, dalam jumpa pers menjelaskan, modus operandi yang dilakukan wanita kelahiran Semarang yakni, ia menawarkan investasi terkait, pembebasan lahan yang ada di daerah Oso Wilangon Surabaya.

Terhadap para korban, Lily Yunita menjanjikan keuntungan dengan memberikan cek fiktif kepada korban.

Setelah dicek di bank ternyata cek sudah tidak bisa dicairkan. Dalam cek tersebut, korban memberikan kepada Lily sampai enam kali, jika ditotal senilai hampir 48 Milyard.
“Korban mengalami kerugian 48 Milyard. Uang tersebut ia berikan kepada tersangka selama 6 bulan,” terang Gatot di Mapolda Jatim, Kamis (6/5/2021).

Selain Lily Yunita, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 7 lembar cek Bank BCA beserta 7 lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya.

Beberapa barang mewah turut diamankan, berupa, 2 unit mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, 4 unit mobil jenis Mercedes benz, 3 unit mobil Pick Up, 6  jam tangan berbagai merk seperti Rolex, Franck Muller dan 3 buah cincin Natural Blue Shaphire serta uang tunai 100 juta.

Sementara itu, Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan, sebelumnya tersangka telah tiga kali menjalani hukuman dengan kasus serupa di tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu.

Dia juga mengemukakan, tersangka memiliki keahlian bisa mendekati seseorang dan bisa meyakinkannya. Hingga kemudian, korban akhirnya tidak sadar dan dalam waktu enam bulan, secara bertahap, tersangka memberikan uang sebanyak 48 miliar kepada tersangka.
“Dari barang bukti di sini, tersangka kita kenakan pasal pencucian uang (TPPU) agar kita dapat mengembalikan aset daripada si pelapor sehingga, asetnya bisa kita selamatkan untuk bisa kita kembalikan kepada pelapor,” ungkapnya.

Nasrun juga mengatakan, bahwa tersangka  menawarkan investasi tanah kepada korban, namun tanah yang ditawarkan ternyata fiktif.
“Investasi bahwa itu sangat menjanjikan dan tanah tersebut mejadikan korban tergiur tapi setelah kita cek ternyata bukan punya dia tapi punya orang lain yang sedang dalam perkara, ” bebernya.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat pasal 378 , 372 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang tindak Pidana penipuan atau penggelapan dan  pencucian uang dengan ancaman pidana 4 tahun dan 20 tahun.      TIM.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending