Ratu Tipu Gelap Lily Yunita Ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim.

67

Surabaya-basudewanews.com, Ratu tipu gelap yang kerap keluar masuk penjara yakni, Lily Yunita, untuk keempat kalinya ini, Ratu tipu gelap tersebut, harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Sebelumnya, dengan tiga kasus yang sama Lily Yunita diamankan anggota Subdit I/TP Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim, atas kasus investasi bodong.

Kombes Pol Gatot Repli Handoko selaku, Kabid Humas Polda Jatim, dalam jumpa pers menjelaskan, modus operandi yang dilakukan wanita kelahiran Semarang yakni, ia menawarkan investasi terkait, pembebasan lahan yang ada di daerah Oso Wilangon Surabaya.

Terhadap para korban, Lily Yunita menjanjikan keuntungan dengan memberikan cek fiktif kepada korban.

Setelah dicek di bank ternyata cek sudah tidak bisa dicairkan. Dalam cek tersebut, korban memberikan kepada Lily sampai enam kali, jika ditotal senilai hampir 48 Milyard.
“Korban mengalami kerugian 48 Milyard. Uang tersebut ia berikan kepada tersangka selama 6 bulan,” terang Gatot di Mapolda Jatim, Kamis (6/5/2021).

Selain Lily Yunita, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 7 lembar cek Bank BCA beserta 7 lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya.

Beberapa barang mewah turut diamankan, berupa, 2 unit mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, 4 unit mobil jenis Mercedes benz, 3 unit mobil Pick Up, 6  jam tangan berbagai merk seperti Rolex, Franck Muller dan 3 buah cincin Natural Blue Shaphire serta uang tunai 100 juta.

Sementara itu, Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan, sebelumnya tersangka telah tiga kali menjalani hukuman dengan kasus serupa di tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu.

Dia juga mengemukakan, tersangka memiliki keahlian bisa mendekati seseorang dan bisa meyakinkannya. Hingga kemudian, korban akhirnya tidak sadar dan dalam waktu enam bulan, secara bertahap, tersangka memberikan uang sebanyak 48 miliar kepada tersangka.
“Dari barang bukti di sini, tersangka kita kenakan pasal pencucian uang (TPPU) agar kita dapat mengembalikan aset daripada si pelapor sehingga, asetnya bisa kita selamatkan untuk bisa kita kembalikan kepada pelapor,” ungkapnya.

Nasrun juga mengatakan, bahwa tersangka  menawarkan investasi tanah kepada korban, namun tanah yang ditawarkan ternyata fiktif.
“Investasi bahwa itu sangat menjanjikan dan tanah tersebut mejadikan korban tergiur tapi setelah kita cek ternyata bukan punya dia tapi punya orang lain yang sedang dalam perkara, ” bebernya.

Dalam perkara ini, tersangka dijerat pasal 378 , 372 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang tindak Pidana penipuan atau penggelapan dan  pencucian uang dengan ancaman pidana 4 tahun dan 20 tahun.      TIM.