Connect with us

Hukrim

Lie You Hin Dalam Nota Pembelaan, Minta Dibebaskan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Lie You Hin (terdakwa) Direktur PT. Gala Bumi Perkasa (GBP), memohon dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Hal tersebut, disampaikan oleh, Makin Rahmat selaku, Penasehat Hukumnya pada sidang lanjutan, yang beragenda pembacaan nota pembelaan (pledoi).

Pledoi diajukan setelah sebelumnya, Lie You Hin dituntut pidana penjara 1 tahun dan segera dilakukan penahanan.

Dalam persidangan, Makin Rahmat menyampaikan nota pembelaannya,bahwa terjadinya jual beli SHGB nomer 66 antara PT GBP memang disyaratkan dalam AD/ART perusahaan harus ditanda tangani oleh dua Direksi.
” Klien kami tidak tahu. Itu atas inisiatif dari Dirut yaitu, Henry J Gunawan. Secara otomatis klien kami tidak terlibat dalam penjualan itu. Maka pasal 55 dalam pasal 372 KUHP masih sumir. Nanti biar Majelis Hakim yang memutuskan,” ujarnya.

Di penghujung bacaan berkas pledoi , ia mengatakan beberapa permintaan berupa, memohon Majelis Hakim agar menyatakan Lie You Hin tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan pertama, yakni Pasal 372 junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP dan harus segera dibebaskan dan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum serta memulihkan segala hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, nama baik, juga harkat dan martabatnya.

Secara terpisah, Makin Rahmat selaku, Penasehat Hukum terdakwa kepada awak media menyampaikan hal lainnnya yaitu, apabila Majelis Hakim berpendapat lain, kami mohon putusan seringan-ringannya.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending