Connect with us

Hukrim

Laporan Dihentikan, Warga Surabaya Surati Kapolri

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Lie David Linardi, warga Rungkut Surabaya, mengadukan penyidik Ditreskrimum Polda Jatim ke Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit.

Dalam pengaduannya, Lie David meminta Listyo Sigit untuk membentuk tim guna melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penyidik Polda Jatim, yang telah menghentikan kasus yang dilaporkannya pada tanggal 7 Desember 2020. Adapun, tanda bukti lapor LP-B/935/XII/RES 1.9/2020/UM/SPKT Polda Jatim.

Laporan tersebut, dihentikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) SPPP/2362A/IV/RES1.9/2021/Ditreskrimum tanggal 9 April 2021.

Dalam laporan, Lie David Linardi malaporkan Liem Ming Lan dan Helmi Ming Tjoe atas dugaan tindak pidana sumpah palsu dan keterangan palsu di bawah sumpah saat sidang perceraiannya di Pengadilan Negeri Surabaya.
“Saya membuat surat terbuka kepada Kapolri karena kasus yang saya laporkan ini akhirnya di SP3 oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur,” kata Lie David Linardi yang didampingi penasehat hukumnya Johan Widjaja pada Selasa (4/5/2021) di Resto Amboja.

Diceritakan Lie David  Linardi, dugaan  keterangan palsu ini bermula ketika dia digugat cerai oleh Istrinya yang bernama Helmi Ming Tjoe di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 2014 silam.
Gugatan perceraian antara Lie David Linardi dengan Helmi Ming Tjoe tercatat dalam perkara Nomor 366/Pdt.G/2014/7PN.Sby dan sekarang sudah inkracht.
“Saat sidang digelar, istri saya menghadirkan saksi Liem Ming Lan yang dihadapan majelis hakim PN Surabaya, mengaku sebagai ibu kandung istrinya. Padahal sepengetahuan saya, nama ibu kandung istrinya adalah Oei Jik Mee. Hal tersebut saya kuatkan dengan Kartu Susunan Keluarga (KSK) yang saya miliki,” ungkapnya.

Sementara Johan Widjaja selaku, Penasehat Hukum dari Lie David Linardi menceritakan, pasangan suami istri Lie David Linardi dengan Helmi Ming Tjoe alias Debora sudah menikah 14 tahun lamanya dan dikaruniai 4 anak.

Masih menurutnya, pada 5 Mei 2014 Lie David Linardi digugat cerai oleh, Istrinya. Akibat adanya orang ketiga didalam kehidupan Helmi Ming Tjoe alias Debora.
“Dalam gugatan cerai tersebut, Lie David Linardi diminta mengalah dengan dijanjikan diber mobil dan uang tunjangan seumur hidup sebanyak 5 juta perbulan,” sambungnya. Namun Helmi Ming Tjoe ingkar janji setelah gugatan perceraiannya dikabulkan oleh, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.               MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
3 Comments

3 Comments

  1. blackout

    Rabu, 14 September 2022 | 1:10 WIB at 1:10 am

    Hello to all, ѕince I аm truly eager of rеading this webpage’ѕ post
    to be updated on a гegulaг basis. It carrіes good information.

  2. ahead

    Jumat, 16 September 2022 | 8:13 WIB at 8:13 am

    Αwesome blog you have here but I was cuгious if you knew of any uѕeг discussion forums that cover the same topics talked about in this article?
    I’d really like to be a part of group where I cаn get comments frοm other knowledgeable
    individuals that shаre the same interest.

    If you have any reϲommendations, pleɑse let me know. Cheers!

  3. romulus

    Selasa, 20 September 2022 | 14:09 WIB at 2:09 pm

    It’s wonderful thɑt you are gеtting thoughts from this article as well aѕ from oᥙr disⅽussion maɗе at
    this place.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jalankan PT.Dewata Wanatama Lestari Andri Yanto Malah Tipu PT.Idub Sufi Wahyu Abadi Sebesar 5 Milyard

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang atas perkara sangkaan penipuan kayu yang melibatkan Andri Yanto sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna dan Sabetania R.Paembonan, menghadirkan, 2 saksi guna dimintai keterangan.

Adapun, kedua saksi yakni, Paulus selaku, owner PT.Dewata Wanatama Lestari dan PT.Dewata Wahana Lestari serta David selaku, administrasi kedua PT.DWL tersebut.

Paulus dalam keterangan, mengatakan, PT.DWL yang memiliki izin, alat berat serta fasilitas. Sedangkan, terdakwa mewakili CV.Abadi Timber Jaya (ATJ).

Dalam perkara ini, terdakwa dari CV.ATJ, ada kerjasama dengan PT.DWL sejak (18/8/2017). Diperjanjian kerjasama tersebut, terdakwa datang bersama teman temannya, yakni, Tommy, A Tiong, Miftahul Huda, Candra dan Kharim.

Lebih lanjut, saksi sampaikan, inti dari perjanjian kerjasama CV.ATJ dengan PT.DWL yaitu, CV.ATJ hanya melakukan operasional dan penebangan hutan.

Paulus, memaparkan, pembagian Deviden waktu itu, CV.ATJ memberikan fee ke perusahaan saya (PT. DWL) sebesar 400 Ribu dengan estimasi harga kayu perkubik 1 Juta.

Setahu Paulus, CV.ATJ yang bekerjasama dengan PT.DWL pelaksanaannya tidak performa.

Sisi lainnya, terdakwa yang mencatut nama PT.DWL karena menjalankan operasional 100 persen, ada jual beli kayu dengan PT.Idub Sufi Wahyu Abadi (ISWA). Hal demikian, saya ketahui ada somasi yang didalam somasi berisi nama terdakwa.

Atas somasi tersebut, saya melayangkan jawaban melalui, Penasehat Hukum karena saya tidak kenal korban PT.ISWA.

Paulus juga membeberkan, sebelum menjalankan operasional PT.DWL terdakwa kami minta kesanggupan modal yang cukup.

” Alat berat kami dalam penguasaan Leasing. Terdakwa bisa menjalankan, operasional PT.DWL lantaran, setor 10 Milyard untuk bayar ke leasing ,” tuturnya.

Masih menurut Paulus, perihal, terdakwa setor 10 Milyard, dimungkinkan, guna menggaet investor maka terdakwa meyakinkan, investor berupa,bahwa PT.DWL diakui milik terdakwa.

Pengakuan terdakwa lain, yaitu, rumah Paulus dikabarkan telah dibeli terdakwa. Padahal, hanya kontraktor.

Masih terkait, dana sejak April 2018 , disampaikan, Paulus, saya cari cari terdakwa karena cek yang diberikan kosong.

Sedangkan, David selaku, administrasi PT. DWL yang ditugasi khusus menangani perjanjian, mengatakan, saya yang membuat draft kontrak antara CV.ATJ dengan PT.DWL

Saat perjanjian, syarat yang harus dipenuhi yakni, alat berat kami di hutan terkait dengan SAM Finance.

” Kita bisa beroperasi asal kita ada pembayaran ke SAM Finance ,” ungkapnya.

Awalnya, ada pembayaran sebesar 1 Milyard ke SAM Finance, dan sisanya 5 cek rencana akan di cairkan namun, 5 cek tidak bisa dicairkan maka saya email, telpon ke terdakwa bahwa cek kosong. Saat itu, terdakwa menjawab masih diusahakan investor.

David tidak memungkiri, bahwa stempel asli PT.DWL dengan stempel yang dibuat terdakwa berbeda.

Atas keterangan kedua saksi, Sang Pengadil memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi.

Dalam tanggapan, terdakwa mengatakan, berkaitan cek ada 7 kali. Selebihnya, terdakwa amini keterangan kedua saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending