Connect with us

Hukrim

Imam Santoso Mendapat Angin Segar Berupa, Dikabulkannya Penangguhan Penahanan Pada Sidang Agenda Eksepsi.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Imam Santoso yang disangkakan melakukan tindak pidana berupa, penggelapan jual beli kayu mendapat angin segar tatkala Majelis Hakim kabulkan pengajuan penangguhan penahanan berupa, pengalihan status penahanan menjadi tahanan kota.

Dikabulkannya, status terdakwa menjadi tahanan kota disampaikan I Ketut Tirta pada sesi sidang lanjutan, beragenda eksepsi dakwaan JPU yang bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (5/5/2021).

Agenda pada sidang kali ini adalah pembacaan nota keberatan (eksepsi) melalui kuasa hukum terdakwa, Sutriono.
Dalam eksepsi tersebut, Sutriono menyampaikan bahwa kasus yang menimpa kliennya adalah kasus perdata yang dipaksa menjadi perkara pidana.
“Perkara ini mengarah pada wanprestasi. Karena ada perjanjian antara Direktur PT. Daha Tama Adikarya dengan Direktur CV. Jasa Mitra Abadi, Willyanto Wijaya.Sehingga, ini adalah ranah perdata, bukan pidana,” ujar Sutriono.

Masih menurutnya, dakwaan yang disusun oleh,Irene Ulfa dan Zulfikar selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, tidak cermat karena tidak merinci berapa kerugian yang dialami Willyanto.

Usai pembacaan eksepsi, I Ketut Tirta selaku, Majelis Hakim mengabulkan permintaan tim Penasehat Hukum terdakwa yaitu, pengalihan status penahanan menjadi tahanan kota.

Alasannya, terdakwa berjanji tidak akan kabur. Kakak kandung terdakwa juga bersedia menjadi penjamin serta terdakwa diketahui  memiliki riwayat penyakit hipertensi.
“Atas beberapa pertimbangan, Majelis Hakim mengabulkan permintaan terdakwa,” pungkas Majelis Hakim.

Diberitakan sebelumnya, Imam Santoso terjerat kasus penggelapan senilai 3,6 Miliar. Saat itu, perusahaan terdakwa bekerjasama dengan CV. Jasa Mitra Abadi dalam jual beli kayu.  Willyanto yang menjabat Direktur CV.JMA tersebut, memesan sejumlah kayu kepada terdakwa.

Dirinya tergiur dengan hasil jumlah kayu yang ditebang kemudian Willyanto melakukan pemesanan kayu. Pemesanan diiantaranya kayu Meranti, Rimba, dan Idab
namun, sejak 2017 pesanan kayu tidak kunjung dikirim oleh terdakwa.

Melalui dakwaan JPU, uang tersebut dialihkan ke Pt. Randoetatah Cemerlang yang tidak mempunyai hubungan dalam bisnis mereka. Sehingga JPU menuntut terdakwa dengan pasal berlapis yaitu, pasal 378 KUHP tentang penipuan dan  372 KUHP tentang penggelapan.          MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending