Connect with us

Hukrim

Jaksa Nyatakan Dadi Haryadi Terbukti Secara Sah Bersalah Melanggar Pasal 263 Dengan Tuntutan 2 Tahun Penjara.

Published

on

Surabaya-basudewanews com, Proses peradilan bagi Dadi Haryadi yang disangkakan membuat surat palsu hingga rugikan CV Sagung Seto sebesar 158 juta,memasuki agenda tuntutan.

Bacaan tuntutan dibacakan, Sabetania selaku,Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (28/4)2021).

Dalam tuntutan JPU, menyatakan bahwa Dadi Haryadi dinyatakan telah terbukti secara sah bersalah sebagaimana yang diatur dalam pasal 263.
” Memohon Pengadilan Negeri Surabaya, menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan,” ucap JPU.

Sesi selanjutnya, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Penasehat Hukum terdakwa guna menyampaikan nota pembelaan. Dikesempatan tersebut, Romel selaku, Penasehat Hukum terdakwa meminta waktu sepekan kedepan guna menyusun nota pembelaan kliennya.

Secara terpisah, Salim Batalin selaku, Penasehat Hukum terdakwa kepada basudewanews.con, menyampaikan, pekan depan ia akan menyusun nota pembelaan bagi kliennya.

Diketahuinya, jeratan pasal 263 sebenarnya kurang tepat di sematkan kliennya.
” Apalagi berlanjut hingga ke meja hijau semestinya, perkara ini selesai pada saat mediasi bukan berlanjut proses peradilan, ” tuturnya.

Terkait, pemalsuan yang melibatkan kliennya sebenarnya, yang membuat bukan terdakwa melainkan pegawai administrasi.
” Dengan hal tersebut, dirinya akan menjadikan bagian dalam nota pembelaan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, yayasan pendidikan Perbanas Jatim, yang beralamatkan jalan Nginden Semolo 14 Surabaya, memberikan penunjukan langsung (PL) terhadap Wiyoto selaku, Direktur CV.Sagung Seto yang beralamatkan jalan Pramuka 27 Jakarta Timur, dalam kwitansi pembayaran sebesar 158 juta untuk langganan E-journal EBSCO sesuai faktur nomor 076/F/55/08/2017 terdakwa selaku, Regional Manager diduga memalsukan tanda tangan di atas surat kuitansi tersebut.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending