Eksepsi Terdakwa Sarif Sarifulloh Ditolak Majelis Hakim.

109

Surabaya-basudewanews.com, Sarif Sarifulloh bin Emin Minharja selaku, Dirut PT. Berkah Multi Media (BMM) kembali jalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya, atas sangkaan telah melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 KUHP.

Proses peradilan bagi terdakwa memasuki agenda putusan sela.Dipersidangan sebelumnya, terdakwa melakukan eksepsi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun, dalam bacaan sela yaitu, dalam perkara ini Pengadilan Negeri Surabaya, berwenang mengadili perkara yang melibatkan Sarif Sarifulloh sebagai terdakwa. Selain itu, konsekuensi yuridis eksepsi terdakwa ditolak.
” Mengadili menolak eksepsi terdakwa sepenuhnya, menyatakan Pengadilan Negeri Surabaya, berwenang sepenuhnya,” ucap Majelis Hakim.

Hal lainnya, Majelis Hakim juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna melanjutkan pemeriksaan perkara yang melibatkan terdakwa.

Dalam hal perkara tersebut, Sarif Sarifulloh
sang Dirut PT.BMM yang bergerak dalam bidang jasa kontraktor tupoksinya, bertanggung jawab menandatangani kontrak, melakukan negosiasi pekerjaan.

Atas negosiasi akhirnya, PT.BMM mendapatkan kontrak pekerjaan dengan RSUD.Dr.Soetomo Surabaya.

Adapun, paket pekerjaan yakni, pengadaan sandwich panel anti bacteria. Di proyek pembangunan fisik bank jaringan atau stem Cell dengan nilai pagu 9,130 Milyard. Dalam pekerjaan tersebut, PT. BMM dibantu oleh, Haris Gunarso selaku, Dirut PT.Bondor Indonesia (Bi).

Pada medio 2017, Suaib selaku,karyawan PT.BMM melakukan pemesanan barang beserta pemasangan instalasi kepada Ari Kurniawan selaku, karyawan PT.Bondor Indonesia (BI)

Bentuk pemesanan, melalui Suaib mengirimkan Surat Perintah Kerja (SPK) , Spek (gambar) juga B&Q (rancangan biaya) via email. Berdasar kiriman via email maka PT. Bondor Indonesia melakukan penawaran harga sebesar 1,473 Milyard.

Lebih lanjut, atas penawaran maka PT.BMM membuat Purchase Order (PO) dan draft kontrak yang dikirim ke PT.BI pada medio September 2017.

Setelah keduanya menyepakati bahwa pembayaran Down Payment (DP) sebesar 30 persen, pembayaran termin 1 sebesar 20 persen dan pembayaran termin 2 sebesar 50 persen namun, sayangnya, terdakwa hanya membayar DP 30 persen padahal pekerjaan telah diselesaikan oleh, PT. BI dan instalasi sudah bisa digunakan RSUD. Dr.Soetomo Surabaya,.

Dalam dakwaan JPU,  terdakwa sudah menerima sisa pembayaran pekerjaan sebesar 50 persen dari RSUD.Dr.Soetomo Surabaya, tanpa sepengetahuan PT. BI.
Atas perbuatan terdakwa PT. BI merugi sebesar 924 juta.      MET.