Connect with us

Hukrim

Stella Monica Hendrawan Eksepsi Dakwaan Jaksa.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Stella Monica Hendrawan, eksepsi dakwaan Rista Erna selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, lantaran, disangkakan telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni, mencemarkan nama baik klinik kecantikan L’Viors yang beralamatkan, Jalan Embong Ploso No. 29 Surabaya.

Dipersidangan, tiga dalil keberatannya terdakwa padaberupa, surat dakwaan JPU tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap, dakwaan JPU tidak merujuk pada pasal 310 dan 311 KUHP sebagai norma hukum atau dasar yang berasal dari KUHP dan dakwaan JPU tidak menguraikan dengan jelas mengenai legal standing pelapor atau pengadu.

Hal lainnya, dakwaan JPU telah mencemarkan nama baik sebuah klinik L’Viors yang merupakan pribadi hukum (recht persoon) bukan orang (natuurlijke persoon).

“Sehingga demikian, klinik L’Viors tidak memiliki legal standing sebagai pelapor atau pengadu,” beber Penasehat Hukum terdakwa.

Penasehat Hukum terdakwa menambahkan,
Irene Christilia Lee, disebut, tidak jelas kedudukan hukumnya untuk mewakili klinik L’Viors. Sebab, dalam perkara ini, terdakwa tidak menyerang nama baik Irene.

Mengacu pada surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, bahwa penanggung jawab klinik L’Viors adalah Eko Riyanto.
Ia beranggapan, Irene Christilia Lee dan klinik L’Viors tidak memiliki legal standing mengadukan atau melaporkan kliennya.

Diujung bacaan eksepsi, Penasehat Hukum terdakwa memohon kepada Majelis Hakim guna mempertimbangkan untuk memutuskan perkara (putusan sela).

Sisi yang lain, JPU memohon waktu sepekan ke depan guna menanggapi eksepsi Penasehat Hukum terdakwa.    MET.

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending