Connect with us

Hukrim

Lie Sok Tjiu Edarkan Kosmetik Dan Alkes Ilegal Terancam Pidana Penjara 10 Tahun.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Lie Sok Tjiu diduga edarkan kosmetik dan alat-alat kesehatan tanpa izin edar kembali hadir dipersidangan guna diadili.

Sidang lanjutan, diruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda mendengar keterangan dua saksi dari Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Surabaya, yaitu,  Bomantara dan Suryati .

Dalam perkara ini, terdakwa yang tidak dilakukan penahanan diindikasikan memiliki barang dan mengedarkan tanpa izin edar telah diamankan oleh, BPOM.

Melalui keterangan saksi, ” barang yang dijual terdakwa hingga kini, belum berdampak atau ada korban,” tuturnya.

Perlu diketahui, barang kosmetik yang dijual terdakwa adalah barang produksi lokal dalam negeri. Terdakwa  mendapatkan beberapa barang kosmetik melalui sales sales yang menawarkan kepada terdakwa.

Lebih lanjut, yang diedarkan terdakwa adalah  produksi ilegal yang tidak layak edar namun, barang barang ilegal tersebut  diproduksi didalam negeri.

Ia menjelaskan, bahwa barang bukti yang disita petugas BPOM adalah barang barang yang tidak ada nomer NA (nomer kosmetik) dari badan BPOM.

Hal lain,saksi menyebutkan, bahwa terdakwa sebagai pelaku usaha yang tidak memiliki izin edar.

Perkara berawal pada medio Juli 2019 Lukas Bomantara Sagah Perwira Jati dan Suryati adalah petugas dari BPOM Surabaya didampingi Andhi Rakhmanto selaku, petugas dari Polda Jatim melakukan pemeriksaan dan pengecekan barang barang di dua gudang dan stand milik terdakwa yang berlokasi di area Jembatan Merah Plaza Surabaya.

Diindikasikan tidak ada surat ijin edar  sediaan farmasi dan alat-alat kesehatan yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan khasiat atau kemanfaatan maupun mutu.

Berdasar hal tersebut, petugas BPOM dari Surabaya, menyita barang sebagian bukti diantaranya, care day night,clariderm day dan night cream CR day serta cream UV whitening. Sedangkan, barang kosmetik jenis lipstik, cream sabun telah diamankan sebagai alat bukti dipersidangan .

Sementara, Bunari selaku Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam dakwaannya, Lie sok Tjiau dijerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 196 Undang Undang RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 1 Milyard.

Secara terpisah, Bomantara dan Suryati saat ditemui mengatakan, barang bukti yang disita disimpan dan sebagian kami serahkan JPU sebagai barang bukti.

Ia menambahkan, ” selebihnya barang bukti disimpan di gudang BPOM Surabaya, nanti ketika sudah putusan maka barang bukti seluruhnya kami serahkan JPU untuk dimusnahkan,” pungkasnya.             MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending