Nunggak Angsuran Adik-Kakak Diseret Ke Meja Hijau Oleh, PT. Andalan Finance.

172

Surabaya-basudewanews.com, Yahya Santoso dan Upik Santoso kembali jalani  sidang di Pengadilan Negeri Surabaya pada Rabu 28/4/2021). Sidang lanjutan bagi kedua terdakwa membuat Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan 3 orang saksi dari PT.Andalan Finance guna memberikan keterangan.

Adapun, salah satu dari 3 orang PT.Andalan Finance tampak Tri Cahyono selaku, Supervisor lebih dominan menyampaikan keterangan dipersidangan.

Hal yang disampaikan Tri Cahyono yakni, Upik Santoso mengajukan pinjaman dengan agunan 3 unit mobil. Sayangnya,Upik Santoso mengaku, 3 unit mobil yang diagunkan adalah miliknya, padahal unit mobil adalah milik Yahya Santoso (kakaknya bermasalah dengan perbankan).

Masih menurutnya, data unit mobil yang diagunkan atas nama Yahya Santoso (kakaknya). Hal tersebut, diketahui setelah Upik Santoso menunggak pembayaran angsuran yang ke 9.

Atas perbuatan Upik Santoso membuat pihak PT.Andalan Finance melaporkan ke polisi. Mengetahui perkara ini ke ranah pidana dan telah diproses oleh, pihak kepolisian kedua terdakwa melakukan penyelesaian pembayaran.

Lebih lanjut, saksi katakan perkara ini hingga berlanjut ke meja hijau unit mobil masih dalam penguasaan Yahya Santoso.

Meski sudah melakukan penyelesaian pembayaran kedua terdakwa dijerat sebagaimana dalam pasal 35 Undang-Undang RI nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau diancam pidana dalam pasal 36 Undang-Undang RI nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia.

Secara terpisah, Advent Dio Randy selaku, Penasehat Hukum kedua terdakwa kepada basudewanews.com, mengatakan, mengapa kliennya sampai dilakukan penahanan dan jalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya ?, Ia sampaikan, ini kewenangan penyidik.

Menurutnya, kedua terdakwa sebenarnya baik. Tak dipungkiri bahwa proses awal secara prosedural ada yang salah. Namun, sebenarnya bisa diselesaikan dan tidak berlanjut ke meja hijau.

Ia menambahkan, sangat berharap Majelis Hakim guna jeli dalam mengambil keputusan pada sidang sidang berikutnya.     MET.