Connect with us

Hukrim

Di Sangkakan Melakukan Tindak Pidana Penipuan, Imam Santoso Dirut PT.Daha Tama Adikarya Diadili.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Imam Santoso selaku, Dirut PT.Daha Tama Adikarya disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana penipuan yang merugikan Wiliyanto Wijaya sebesar 6 Milyard diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Rabu (28/4/2021).

Tampak dipersidangan, Irene Ulfa selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, dalam dakwaannya, terdakwa dijerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 378.

Ikhwal perkara yang menjadikan sang Dirut PT.Daha Tama Adikarya ditetapkan sebagai terdakwa yakni, Wiliyanto Wijaya bertemu dengan terdakwa di hotel Garden Palace Surabaya.

Dipertemuan tersebut, perusahaan terdakwa
adalah pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan yang terdapat kayu jenis Meranti dan jenis kayu lainnya.

Lantaran, membutuhkan seorang pembeli maka terdakwa menjanjikan bisa memenuhi pengiriman secara kontinyu.

Atas presentasi yang disampaikan terdakwa membuat Wiliyanto Wijaya tertarik guna memesan kayu terhadap terdakwa.

Sayangnya, ketertarikan Wiliyanto Wijaya justru disalah gunakan oleh terdakwa yang berdampak kerugian 6 Milyard bagi korban.         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending