Connect with us

Hukrim

Unsur Perbuatan Bukan Suatu Tindak Pidana Yulihanes Dijatuhi Vonis Onslag.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Semula perbuatan Yulihanes dalam dakwaan yang dibacakan oleh, Darmawati Lahang selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Surabaya, diduga merupakan sebuah tindak pidana sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 378 serta menuntut agar Pengadilan Negeri Surabaya, guna mengadili atau menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun terhadap Yulihanes (terdakwa) namun, Majelis Hakim berpendapat lain yaitu, perbuatan terdakwa bukan sebuah tindak pidana sehingga Majelis Hakim menjatuhkan vonis Onslag.

Dipersidangan dengan agenda putusan, pada Selasa (27/4/2021), I Ketut Tirta selaku, Majelis Hakim menganggap unsur perbuatan terdakwa terpenuhi namun bukan sebuah tindak pidana.
” Berdasar hal di atas, Majelis Hakim tidak sependapat dengan dakwaan JPU maka melalui pertimbangan Majelis Hakim menjatuhkan putusan Onslag bagi Yulihanes yang semula oleh, JPU dijerat sebagaimana dalam pasal 378,” ucapnya.

Sejak dibacakan putusan tersebut, Yulihanes bisa disematkan haknya telah pulih sebagai bos CV. Dunia Ban dan tidak tersandung dalam perkara 378.

Atas bacaan putusan Onslag, JPU menyatakan, pikir-pikir.

Secara terpisah, Krisna selaku, dari tim Penasehat Hukum Yulihanes, kepada basudewanews.com, menyampaikan, sejak awal persidangan, pihak kami menyampaikan perkara berawal murni dari jual-beli. Hubungan ini sudah terjalin sejak medio 2012 namun pada medio 2018 munculah perkara yang dimaksud yaitu, kliennya memang benar-benar kesulitan ekonomi.
” Kliennya, tidak ada niatan menggelapkan barang atau lainnya,” tuturnya.

Masih menurutnya, kliennya ada niatan baik berupa menawarkan rumahnya namun, tidak ada kecocokan terkait harga.

Dalam perkara yang melibatkan Yulihanes sebagai terdakwa lantaran, menunggak pembayaran atas transaksi jual-beli oli senilai 3,3 Milyard.         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending