Unsur Perbuatan Bukan Suatu Tindak Pidana Yulihanes Dijatuhi Vonis Onslag.

61

Surabaya-basudewanews.com, Semula perbuatan Yulihanes dalam dakwaan yang dibacakan oleh, Darmawati Lahang selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Surabaya, diduga merupakan sebuah tindak pidana sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 378 serta menuntut agar Pengadilan Negeri Surabaya, guna mengadili atau menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun terhadap Yulihanes (terdakwa) namun, Majelis Hakim berpendapat lain yaitu, perbuatan terdakwa bukan sebuah tindak pidana sehingga Majelis Hakim menjatuhkan vonis Onslag.

Dipersidangan dengan agenda putusan, pada Selasa (27/4/2021), I Ketut Tirta selaku, Majelis Hakim menganggap unsur perbuatan terdakwa terpenuhi namun bukan sebuah tindak pidana.
” Berdasar hal di atas, Majelis Hakim tidak sependapat dengan dakwaan JPU maka melalui pertimbangan Majelis Hakim menjatuhkan putusan Onslag bagi Yulihanes yang semula oleh, JPU dijerat sebagaimana dalam pasal 378,” ucapnya.

Sejak dibacakan putusan tersebut, Yulihanes bisa disematkan haknya telah pulih sebagai bos CV. Dunia Ban dan tidak tersandung dalam perkara 378.

Atas bacaan putusan Onslag, JPU menyatakan, pikir-pikir.

Secara terpisah, Krisna selaku, dari tim Penasehat Hukum Yulihanes, kepada basudewanews.com, menyampaikan, sejak awal persidangan, pihak kami menyampaikan perkara berawal murni dari jual-beli. Hubungan ini sudah terjalin sejak medio 2012 namun pada medio 2018 munculah perkara yang dimaksud yaitu, kliennya memang benar-benar kesulitan ekonomi.
” Kliennya, tidak ada niatan menggelapkan barang atau lainnya,” tuturnya.

Masih menurutnya, kliennya ada niatan baik berupa menawarkan rumahnya namun, tidak ada kecocokan terkait harga.

Dalam perkara yang melibatkan Yulihanes sebagai terdakwa lantaran, menunggak pembayaran atas transaksi jual-beli oli senilai 3,3 Milyard.         MET.