Diduga Modus, Indra Tantomo Ajukan Pinjaman 4 Milyard Di Koperasi Justru, Malah Jalani Sidang.

42

Surabaya-basudewanews com, Perkara pinjaman dana di koperasi sebesar 4 Milyard berdampak Indra Tantomo duduk sebagai terdakwa guna diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terdakwa terpaksa jalani proses peradilan lantaran, Kadiono Gunawan pemilik saham koperasi dilaporkan oleh, George ke Polda Jatim sehingga, Kadiono Gunawan beserta Andi Gunawan (ketua koperasi) melaporkan balik ke Polrestabes Surabaya, yang berdampak Indra Tantomo ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam perkara ini, George adalah rekan bisnis terdakwa. Pengajuan pinjaman sebesar 4 Milyard mengunakan sertifikat tanah milik George.

Melalui keterangan, Kadiono Gunawan sebagai saksi, sebelum proses pencairan pinjaman sebesar 4 Milyard, terdakwa, George dan salah satu temannya dihadapan Notaris juga beserta saksi maupun Andi Gunawan (ketua koperasi) melakukan akad perjanjian. Dalam akad perjanjian semua yang hadir dihadapan Notaris menyetujui dan bertanda tangan termasuk kesediaan George dana pinjaman ditransfer ke rekan bisnisnya yakni, terdakwa.

Masih menurut saksi, selang beberapa bulan setelah pencairan pinjaman sebesar 4 Milyard yang ditransfer ke rekening terdakwa (sudah ada persetujuan semua pihak) George melakukan komplain dan melaporkan saksi ke Polda Jatim.

Atas laporan tersebut, Andi Gunawan (ketua koperasi) melakukan laporan balik ke Polrestabes Surabaya, memicu Indra Tantomo ditetapkan sebagai tersangka dan berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Perak Surabaya, kini sebagai terdakwa.

Hal lainnya, disampaikan saksi, bahwa terdakwa sebelum mengajukan pinjaman 4 Milyard, terdakwa memiliki hutang sebesar 500 juta terhadap Kadiono Gunawan.

Pengajuan pinjaman berdasarkan, beberapa cek sebagai agunan. Selain itu, pengakuan terdakwa terhadapnya bahwa terdakwa kerap ditunjuk oleh, para pejabat di Jatim sebagai translate bahasa Mandarin tatkala ada penjualan aset orang-orang Mandarin ke Jatim.

Ia menambahkan, terlalu gampang percaya terhadap terdakwa karena diketahuinya terdakwa adalah menantu dari pemilik Galaxy Mall.

Dipersidangan, Ni Made selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, menjerat terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 378. MET.