Connect with us

Hukrim

Diduga Modus, Indra Tantomo Ajukan Pinjaman 4 Milyard Di Koperasi Justru, Malah Jalani Sidang.

Published

on

Surabaya-basudewanews com, Perkara pinjaman dana di koperasi sebesar 4 Milyard berdampak Indra Tantomo duduk sebagai terdakwa guna diadili untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terdakwa terpaksa jalani proses peradilan lantaran, Kadiono Gunawan pemilik saham koperasi dilaporkan oleh, George ke Polda Jatim sehingga, Kadiono Gunawan beserta Andi Gunawan (ketua koperasi) melaporkan balik ke Polrestabes Surabaya, yang berdampak Indra Tantomo ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam perkara ini, George adalah rekan bisnis terdakwa. Pengajuan pinjaman sebesar 4 Milyard mengunakan sertifikat tanah milik George.

Melalui keterangan, Kadiono Gunawan sebagai saksi, sebelum proses pencairan pinjaman sebesar 4 Milyard, terdakwa, George dan salah satu temannya dihadapan Notaris juga beserta saksi maupun Andi Gunawan (ketua koperasi) melakukan akad perjanjian. Dalam akad perjanjian semua yang hadir dihadapan Notaris menyetujui dan bertanda tangan termasuk kesediaan George dana pinjaman ditransfer ke rekan bisnisnya yakni, terdakwa.

Masih menurut saksi, selang beberapa bulan setelah pencairan pinjaman sebesar 4 Milyard yang ditransfer ke rekening terdakwa (sudah ada persetujuan semua pihak) George melakukan komplain dan melaporkan saksi ke Polda Jatim.

Atas laporan tersebut, Andi Gunawan (ketua koperasi) melakukan laporan balik ke Polrestabes Surabaya, memicu Indra Tantomo ditetapkan sebagai tersangka dan berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan Perak Surabaya, kini sebagai terdakwa.

Hal lainnya, disampaikan saksi, bahwa terdakwa sebelum mengajukan pinjaman 4 Milyard, terdakwa memiliki hutang sebesar 500 juta terhadap Kadiono Gunawan.

Pengajuan pinjaman berdasarkan, beberapa cek sebagai agunan. Selain itu, pengakuan terdakwa terhadapnya bahwa terdakwa kerap ditunjuk oleh, para pejabat di Jatim sebagai translate bahasa Mandarin tatkala ada penjualan aset orang-orang Mandarin ke Jatim.

Ia menambahkan, terlalu gampang percaya terhadap terdakwa karena diketahuinya terdakwa adalah menantu dari pemilik Galaxy Mall.

Dipersidangan, Ni Made selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Perak Surabaya, menjerat terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 378. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending