Connect with us

Hukrim

Jalin Hubungan Affairs, Berdampak  David Handoko Dituntut 42 Bulan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, bagi David Handoko sebagai terdakwa atas sangkaan pasal 378 yang didakwakan oleh, Winarko selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, kembali bergulir dengan agenda tuntutan.

Di persidangan,pada Kamis (22/4/2021), JPU berharap Pengadilan Negeri Surabaya, mengadili terdakwa guna dijatuhi pidana penjara selama 42 bulan.

Tuntutan pidana penjara selama 42 bulan lantaran, unsur dakwaan pasal 378 yang dijeratkan terhadap terdakwa terpenuhi dan terbukti secara sah  bersalah dan meyakinkan menurut hukum.

Adapun, hal-hal yang menjadi pertimbangan JPU melakukan tuntutan yakni, terdakwa tidak mengakui perbuatannya, menikmati hasil perbuatannya serta berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan. Sedangkan, hal yang meringankan yaitu, terdakwa belum pernah dihukum.

Usai JPU menyampaikan tuntutan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Penasehat Hukum terdakwa . Dikesempatan tersebut, Penasehat Hukum terdakwa memohon waktu beberapa hari guna menyusun nota pembelaan.

Untuk diketahui, diduga terdakwa telah menjalin hubungan affairs terhadap Ana Prayugo yang kebetulan statusnya sebagai janda.

Lebih lanjut, jalinan hubungan tersebut, berjalan selama 3 tahun dan dari keterangan yang disampaikan Majelis Hakim terdakwa pernah menjanjikan Ana Prayugo (pelapor) untuk dinikahi.

Hal lainnya, yang dicoba diungkap dipersidangan, JPU menunjukkan bukti chat terdakwa terkait dana yang ditransfer ke rekening perusahaan terdakwa dan dalam hal ini, Ana Prayugo (pelapor) menganggap telah melakukan kerjasama dengan terdakwa. Sayangnya, dipersidangan terdakwa mengaku lupa.

Alibi atau sangkalan terdakwa yaitu, terdakwa tidak pernah melakukan kerjasama dengan Ana Prayugo (pelapor).

Di persidangan sebelumnya, disinggung terkait, transfer pada 4 April 2017,  Yudi Wibowo selaku, Penasehat Hukum terdakwa menyampaikan, dana yang masuk ke PT.Alfa Graha bukan Ana Prayugo yang transfer.
” Transfer yang dimaksud, adalah uang terdakwa sendiri dengan dasar agar terlihat adanya perlintasan uang masuk dan keluar (mutasi). Harapannya, agar terdakwa mendapatkan kredit pinjaman”, pungkasnya.                                                                             MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending