Connect with us

Hukrim

Adik Kakak Diadili Gegara Ajukan Pinjaman Ke PT. Andalan Finance.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Yahya Santoso dan Upik Santoso terpaksa jalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya, gegara Upik Santoso agunkan 3 unit mobil  dengan pengakuan unit milik Upik Santoso. Padahal ke 3 unit mobil tersebut, adalah milik Yahya Santoso (bermasalah tidak bisa ajukan pinjaman ke bank).

Hal tersebut, baru diketahui oleh, PT.Andalan Finance tatkala Upik Santoso melakukan tunggakan pembayaran pada medio Juni 2020 atau tepatnya angsuran ke 9.

Atas perbuatan Upik Santoso membuat PT.Andalan Finance merugi sebesar 1 Milyard.

Melalui dakwaan, Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Upik Santoso terpaksa melakukan skenario karena dimintai tolong Yahya Santoso sebagai kakaknya. Kakak Upik Santoso tidak bisa mengajukan pinjaman karena namanya bermasalah dalam data perbankan.

Skenario Upik Santoso pun, berhasil mendapatkan kucuran dana pinjaman dari PT.Andalan Finance. Sayangnya, skenario terkuak sehingga memaksa adik – kakak terpaksa diadili sebagaimana dalam jeratan pasal 35 Undang-Undang RI nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau diancam pidana dalam pasal 36 Undang-Undang RI nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia.     iMET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending