Connect with us

News

Penasehat Hukum David Handoko Sebut, Kliennya Ada Hubungan Asmara Dengan Pelapor.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com,  David Handoko kembali jalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (21/4/2021), lantaran jeratan pasal 378 yang disangkakan Winarko selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, memaksa David Handoko sebagai terdakwa diperiksa guna dimintai keterangan pada agenda pemeriksaan terdakwa.

Dalam agenda pemeriksaan tersebut,
pada moment reuni, ikhwal ia bertemu dengan Ana Prayugo setelah pertemuan acara reuni hubungan terdakwa dengan Ana Prayugo kembali berlanjut ketemu di Jakarta.

Hal lainnya, pada 2017 ketemu Ana Prayugo di RMI (kantor PT.Handoko Putra Jaya). Sementara JPU menunjukkan bukti chat terdakwa terhadap Ana Prayugo berupa,  uang deposito 1 Milyard dan uang investasi 1 Milyard , uang kamu aman, tapi aku janji uang yang kupakai akan ku kembalikan. Namun, sayangnya terdakwa mengaku, lupa.

Pengakuan terdakwa bahwa antara terdakwa dengan Ana Prayugo tidak ada pekerjaan proyek di Armatim. Hal yang ditambahkan terdakwa tidak ada pekerjaan proyek proyek lain.

JPU pun, semakin kesal atas keterangan terdakwa yang berbelit-belit sehingga menyimpulkan semua keterangan para saksi yang pernah dihadirkan disangkal semua oleh terdakwa.

JPU pun, mencerca terkait, cek yang pernah diberikan Ana Prayugo adalah sebagai jaminan. Sayangnya, terdakwa mengaku, yang menjaminkan piutang Ana Prayugo terhadap keluarganya.

Atas jaminan cek yang diakui terdakwa sebagai penjamin membuat Majelis Hakim menggali seberapa dekat hubungan terdakwa dengan Ana Prayugo? serta pernahkah terdakwa berjanji akan menikahi Ana Prayugo?

Terdakwa meski sedikit tersipu malu, berterus terang, bahwa ia dengan Ana Prayugo (pelapor) ada hubungan asmara.

Sangkalan terdakwa berupa, tidak ada kerjasama dengan Ana Prayugo membuat Majelis Hakim antusias menggali kebenaran materiil bahwa terdakwa mengakui terima transfer dari Ana Prayugo dan mentransfer dana ke Ana Prayugo. ” Selama 3 tahun melalui keterangan Ana ada 52 Milyard itu tidak benar, ” dalih terdakwa.

Terkait transfer Ana Prayugo yang masuk ke rekening perusahaan terdakwa Majelis Hakim menyimpulkan untuk kepentingan perusahaan terdakwa karena terdakwa menyangkal tidak ada kerjasama dengan Ana Prayugo.

Usai persidangan, Yudi Wibowo kepada basudewanews com, menyampaikan, terdakwa melakukan tanda tangan pada surat pernyataan lantaran dalam keadaan tertekan.
” Secara hukum ini tidak sah”, tuturnya.

Sedangkan, adanya hubungan terdakwa dengan Ana Prayugo (pelapor) adalah Wanita Idaman Lain ( WIL) karena statusnya janda.

Ia menambahkan, ada dugaan peristiwa penipuan yang disangkakan kepada kliennya, 4 tahun yang lalu baru dilaporkan, ia mengganggap laporannya kadaluarsa.
” Laporan bertentangan pasal 74 KUHP ,” pungkasnya.                                         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Tersiar Reshuffle Kabinet Nama Wabup Blitar Rahmat Santoso Kandidat Kuat Di Internal PAN Mengisi Menteri

Published

on

Blitar-basudewanews.com, Menguatnya, sinyal Reshuffle kabinet di akhir Maret 2022, berdampak tumbuh isu  masuknya, Kader dari Partai Amanah Nasional (PAN) menjadi salah satu calon Menteri justru malah  menggelindingkan nama Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso semakin kuat.

Santernya, nama Wabup Blitar menjadi calon Menteri maupun Wakil Menteri terkait adanya kabar Reshuffle kabinet ditanggapi
oleh, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan berupa,

siapa yang akan mengisi jabatan menteri , itu merupakan hak prerogatif Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
” Soal reshuffle itu haknya, Presiden Jokowi. Pihaknya, serahkan pada Presiden, saya kira itu saja jawaban saya !, itu hak prerogatif Presiden ,” tuturnya usai konsolidasi dengan kader PAN se-Jatim di Hotel Sheraton Surabaya, Minggu (20/3/2022).

Masih menurut, Zulkifli, dirinya juga tidak mau membocorkan siapa kader PAN yang akan masuk pada Kabinet Indonesia Maju menjadi menteri atau wakil menteri. “Pokoknya itu haknya presiden,” tandasnya.

Seperti diketahui Ketum PAN, Zulkifli bersama beberapa pengurus DPP, anggota parlemen dan pengurus DPW PAN Jatim melakukan safari politik dalam kegiatan bertajuk “ Zulhas Sat Set Nang Jatim ” pada 15 hingga 21 Maret 2022.

Zulkifli bersama rombongan silaturahmi sowan ke beberapa pondok pesantren, bertemu ulama dan para kiai di wilayah Tapal Kuda dan Madura diantaranya, di Jember, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sampang dan Bangkalan serta menggelar Road show Badan Saksi Nasional, dengan kader PAN se-Jatim.

Sementara itu, beberapa sumber di internal PAN, tersebar kabar jika kader PAN yang akan ditunjuk menjadi pembantu presiden tersebut adalah kader muda yang memiliki kemampuan dan dekat dengan Zulhas.

Sehingga muncul beberapa nama, salah satunya, Wabup Blitar, Rahmat Santoso yang kini menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPW PAN Jawa Timur.

Melalui,sisi kemampuan secara kepemimpinan, Rahmat Santoso sudah berpengalaman dalam memimpin beberapa perusahaan miliknya, demikian juga dalam berorganisasi ada beberapa jabatan sudah diembannya, seperti Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) dan Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) kemudian menjadi MPO MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Surabaya, serta terakhir karteker Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Jawa Timur.

Diruang yang lain, Wabup Blitar, Rahmat Santoso, ketika dikonfirmasi melalui telepon mengenai namanya yang muncul sebagai kader PAN akan masuk kabinet mengisi posisi menteri atau wakil menteri mengatakan, kalau dirinya adalah kader muda di PAN.
” Khan !, ada kader PAN lainnya, yang lebih senior. Lagi pula seperti disampaikan Ketum (Zulhas) kalau keputusan itu hak prerogatif Presiden,” kata Wabup Rahmat.

Disinggung siapa nama atau kandidat kader PAN yang akan diusulkan Zulhas, jika memang diminta oleh Presiden Jokowi, dalam tanggapan, Wabup Blitar, Rahmat Santoso, hanya tersenyum. Kalau soal itu yang bisa menjawab Ketum sendiri.

” Saya tidak berwenang menjawabnya, silahkan ditanyakan langsung pada Ketum,” tegasnya.

Soal kesediaannya, jika memang namanya diusulkan sebagai kader PAN untuk menjadi menteri atau wakil menteri, Wabup Blitar Rahmat Santoso, mengaku, sebagai kader harus patuh pada keputusan partai.
” Jika memang diberikan amanah, harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.     TIM.

Lanjutkan Membaca

Trending