Diadili, Dadi Haryadi Sangkal Keterangan 2 Saksi.

237

Surabaya-basudewanews com, Proses peradilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dadi Haryadi disangkakan membuat surat palsu hingga rugikan CV Sagung Seto sebesar 158 juta. Proses peradilan bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, memaksa Dadi Haryadi sebagai terdakwa menyangkal keterangan 2 orang saksi yang dihadirkan Sabetania selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, pada Rabu (7/4/2021).

Keukeuh menyangkal keterangan 2 orang saksi dalam persidangan yang bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, membuat Hisbullah selaku, Majelis Hakim mempertegas sangkalan terdakwa berupa,
terdakwa menandatangani surat perjanjian kontrak kerjasama atau tidak ?.
” Tidak Yang Mulia, saya terima surat kontrak memang sudah ada tandatangan,” tegasnya.

Terdakwa pun, juga menambahkan, bahwa keterangan, Miyoto selaku, Direktur CV Sagung Seto dan Hendro ada yang salah.

Diujung persidangan, terdakwa maupun kedua saksi sama sama meyakini untuk tetap pada keterangannya di persidangan.

Secara terpisah, Salim Batalin selaku, Penasehat Hukum terdakwa, saat ditemui, mengatakan, hasil persidangan kliennya tidak mengakui. Ketika surat kontrak diambil sudah ada tanda tangan yang dipalsukan dari administrasi namun, berbeda dengan keterangan kedua saksi.
” Kontrak memang ada tapi pekerjaan belum dilaksanakan. Dalam perkara ini, kliennya dijerat pasal 263 ayat (1) KUHPidana,” pungkasnya.

Untuk diketahui, yayasan pendidikan Perbanas Jatim, yang beralamatkan jalan Nginden Semolo 14 Surabaya, memberikan penunjukan langsung (PL) terhadap Wiyoto selaku, Direktur CV.Sagung Seto yang beralamatkan jalan Pramuka 27 Jakarta Timur, dalam kwitansi pembayaran sebesar 158 juta untuk langganan E-journal EBSCO sesuai faktur nomor 076/F/55/08/2017 terdakwa selaku, Regional Manager diduga memalsukan tanda tangan di atas surat kuitansi tersebut. MET.