Connect with us

Daerah

DPRD Aru Tidak Hiraukan Usulan Ranperda Perlindungan Dan Pengakuan Masyarakat Adat Jar Juir.

Published

on

Dobo-basudewanews.com, Tindak lanjut, Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Adat Jar Juir di Kabupaten Kepulauan Aru yang bertujuan, untuk membela masyarakat adat serta hak masyarakat adat tidak ada titik terang.

Anggota DPRD yang kini duduk di senayan mini dan sebagian besar adalah asli anak Aru, baik dari pimpinan hingga ke anggota. Diduga tidak bisa membawa aspirasi masyarakat adat.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, naskah dan Ranperda tentang Perlindungan dan Pengakuan masyarakat Jar Juir, sudah di masukan dan sudah di serahkan pada juni 2020. Sayangnya, hingga kini tidak pernah di bahas dan memicu Reno Jabumir selaku, Ketua Baleg pun kaget.

Ia mengaku, dalam kegiatan Kosultasi Publik bahwa sampai saat ini, ia tidak mengetahui Naskah dan Ranperda nasibnya seperti apa karena tidak ada yang menyampaikan, ” ungkap Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara(AMAN)Haroli Darakai kepada jurnalis basudewa.com saat dikonfirmasi di Cafe Havana yang beralamat di Kampung China Kelurahan Galaidubu Kecamatan Pulau Pulau Aru pada selasa (6/4/2021).

Masih menurutnya, saya sungguh sangat kecewa atas kinerja teman-teman di DPRD Kepulauan Aru. Bila dilihat dari perjuangan secara Nasional, partai Nasdem adalah salah satu partai yang dengan gigih memperjuangkan Undang Undang tentang masyarakat adat walaupun, ada beberapa partai besar yang menolak Undang Undang tersebut, tetapi Anggota DPR RI dari partai Nasdem itu tetap gigih memperjuangkan.

Lain halnya, di Kabupaten Kepulauan Aru, partai Nasdem tidak pro terhadap masyarakat adat. Padahal Ketua DPRD Udin Belsigaway  adalah Ketua DPW Nasdem Kabupaten Kepulauan Aru yang notabene anak adat Aru.
” Ini fakta, buktinya sampai saat ini Ranperda tentang Masyarakat Adat Jar Juir tidak di sentil sedikitpun ,”  ungkap Haroli kesal.

Ia berharap, DPRD kepulauan Aru jangan tutup mata dengan perjuangan AMAN karena yang kami lakukan ini untuk membela masyarakat adat Jar Juir beserta hak sebagai anak adat.

Olehnya itu dengan statemen yang di sampaikan, oleh Ketua Baleg Reno Jabumir dalam kegiatan Kosultasi Publik, maka kami akan kembali berproses dari awal.

Dalam hal ini, melalui Eksekutif (Pemerintah Daerah) yang membidangi Hukum,  ia berharap semoga Bupati Kabupaten Kepulauan Aru yaitu, Dr Johan Gonga agar jangan menghambat proses Ranperda yang akan di usulkan nanti ke Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru.
” Semoga upaya teman-teman terkait, Ranperda Perlindungan Dan Pengakuan Masyarakat Adat Jar Juir agar bisa secepatnya,di kembalikan ke DPRD untuk di tindak lanjuti menjadi Perda,” tuturnya.

Disamping itu, ia juga berharap agar tenaga ahli Bupati, Dr Jemmy Pitersz yang tak lain adalah seorang ahli hukum dan kini,  berkecimpung dengan masyarakat adat, bukan hanya di Aru namun di seluruh Maluku. Sehingga ada harapan besar bagi kami bahwa pembisik pembisik Bupati yang baru bisa membuat terobosan baru terlebih khusus untuk masyarakat  adat di seratus hari kerja.     Jus.s

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Solidaritas Tragedi Kanjuruhan Malang Aremania Serentak Aksi Turun Jalan

Published

on

Basudewa – Malang, Aremania serentak melakukan aksi turun jalan hampir di semua ruas jalan raya. Aksi tersebut, dimulai dari pukul 11.47 WIB, pada Minggu (27/11/2022).

Aremania tampak berkumpul dan menutup pintu tol Karanglo Under Pass (pintu keluar tol Karanglo – Singosari).

Aksi turun jalan berdampak para pengguna jalan terpaksa tidak bisa melewati jalan Under Pass sehingga, pengguna jalan dari arah kota Malang (selatan) diarahkan ke jalur barat (arah kota Batu). Sedangkan, pengguna jalan yang dari arah barat diarahkan ke Utara.

Aremania berkumpul di depan sekolah SMKN Singosari Jalan. Mondoroko Kecamatan Singosari.
Selanjutnya, Aremania melakukan longmarc membuat Jalan tol Karanglo terhenti total.

Tampak dilapangan, aksi turun jalan Aremania kali ini, memicu beberapa
pengguna jalan yang menggerutu atas
kegiatan ini (dikarenakan) tidak adanya
pemberitahuan ke publik.

” Tidak tahu ada aksi Aremania mas ! ,”‘ tutur
Andi pengguna jalan yang terjebak macet.

Selain, menggelar aksi turun jalan tersebut, Aremania juga menggelar doa bersama yang tampak disertai oleh, beberapa aparat kepolisian setempat.   TIM.

Lanjutkan Membaca

Trending