Uang Pelindo III Surabaya, Dipakai Judi Online Oleh, Juwi Novianto.

184

Surabaya-basudewanews.com, Juwi Novianto selaku, Staf PT.Pelayaran Tresna Muda dipersidangan duduk sebagai terdakwa lantaran, diduga gelapkan uang perpanjangan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Pelindo III Surabaya, sebesar 501 juta.

Terdakwa terpaksa menggunakan uang perusahaan karena ketagihan untuk Judi On-line. Atas perbuatannya, terdakwa diseret ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam persidangan yang bergulir pada Senin (5/4/2021) di Pengadilan Negeri Surabaya, tampak Yusuf Akbar selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, menghadirkan Andi Kartika sebagai atasan terdakwa dan Welly juga selaku, pegawai PT. Pelindo III Surabaya, sebagai saksi.

Adapun,Welly dalam keterangannya, mengatakan, ia sebagai Manager Keuangan di PT.Pelayaran Tresna Muda yang beralamatkan di Jalan Perak Timur No 210 Surabaya, menjelaskan, bahwa terdakwa merupakan karyawan perusahaan yang bertugas mengurusi perpanjangan dan pembayaran (HPL) PT.Pelindo III Surabaya, untuk 2 tahun sekali.

Dalam hal ini, saat itu kami mengajukan permohonan Keringan dari 5% menjadi 4% untuk perpanjangan (HPL) pada (28/1/ 2020).
“Dia (terdakwa) mengatakan, bahwa tidak ada keringanan sehingga, kami membayar 501 juta melalui cek tunai Bank BCA,” ucapnya.

Masih menurutnya, pada bukti pelunasan dari PT.Pelindo III Surabaya, saat itu pihaknya cuma menyimpan bukti pelunasan. Sayangnya, selang berikutnya, ada tagihan dan persetujuan keringanan pembayaran (HPL).

Mengetahui hal itu, kami kaget kemudian ditanyakan kepada yang bersangkutan malah berkelit bahwa itu kesalahan pihak PT.Pelindo III Surabaya. Selang beberapa bulan terdakwa mengakui perbuatannya.
” terdakwa mengaku uangnya dipakai untuk judi online itu ada surat pernyataannya Yang Mulia ,” tuturnya.

Sesi selanjutnya, Andi Kartika sebagai atasan terdakwa memberikan keterangan yang sama.

Namun, ia menambahkan, saat itu pada medio Terdakwa sudah tidak lagi ngantor sehingga, perkara ini dilaporkan kepada pihak berwajib melalui, biro hukum perusahaan.

Sesi berikutnya, Iqbal bagian Property Pelindo III Surabaya, mengatakan, bukti pelunasan yang menjadi bukti pembayaran (HPL) bukan dari Pelindo.
” Bukti tersebut, bisa dikatakan palsu,” paparnya.

Atas keterangan para saksi pada kesempatan yang diberikan oleh, terdakwa menyampaikan tanggapan berupa, mengamini keterangan para saksi.

Sesi pun berlanjut, pada agenda pemeriksaan terdakwa. Majelis Hakim tidak  percaya begitu saja terkait uang yang dipakai terdakwa untuk judi online.

Dalih terdakwa, uang memang dipakai untuk judi on-line.
“Iya Yang Mulia, uangnya saya gunakan berjudi via online dan untuk kebutuhan sehari-hari ,” terangnya.

Dalih lainnya, dipersidangan pengakuan terdakwa bahwa ia sudah lama bermain judi online sejak 2012 dan ada bukti mutasi rekening.

Atas perbuatan terdakwa JPU dalam dakwaannya menjeratnya sebagaimana yang diatur dalam Pasal 378 KUHP.       MET.