Connect with us

Hukrim

Uang Pelindo III Surabaya, Dipakai Judi Online Oleh, Juwi Novianto.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Juwi Novianto selaku, Staf PT.Pelayaran Tresna Muda dipersidangan duduk sebagai terdakwa lantaran, diduga gelapkan uang perpanjangan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Pelindo III Surabaya, sebesar 501 juta.

Terdakwa terpaksa menggunakan uang perusahaan karena ketagihan untuk Judi On-line. Atas perbuatannya, terdakwa diseret ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam persidangan yang bergulir pada Senin (5/4/2021) di Pengadilan Negeri Surabaya, tampak Yusuf Akbar selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, menghadirkan Andi Kartika sebagai atasan terdakwa dan Welly juga selaku, pegawai PT. Pelindo III Surabaya, sebagai saksi.

Adapun,Welly dalam keterangannya, mengatakan, ia sebagai Manager Keuangan di PT.Pelayaran Tresna Muda yang beralamatkan di Jalan Perak Timur No 210 Surabaya, menjelaskan, bahwa terdakwa merupakan karyawan perusahaan yang bertugas mengurusi perpanjangan dan pembayaran (HPL) PT.Pelindo III Surabaya, untuk 2 tahun sekali.

Dalam hal ini, saat itu kami mengajukan permohonan Keringan dari 5% menjadi 4% untuk perpanjangan (HPL) pada (28/1/ 2020).
“Dia (terdakwa) mengatakan, bahwa tidak ada keringanan sehingga, kami membayar 501 juta melalui cek tunai Bank BCA,” ucapnya.

Masih menurutnya, pada bukti pelunasan dari PT.Pelindo III Surabaya, saat itu pihaknya cuma menyimpan bukti pelunasan. Sayangnya, selang berikutnya, ada tagihan dan persetujuan keringanan pembayaran (HPL).

Mengetahui hal itu, kami kaget kemudian ditanyakan kepada yang bersangkutan malah berkelit bahwa itu kesalahan pihak PT.Pelindo III Surabaya. Selang beberapa bulan terdakwa mengakui perbuatannya.
” terdakwa mengaku uangnya dipakai untuk judi online itu ada surat pernyataannya Yang Mulia ,” tuturnya.

Sesi selanjutnya, Andi Kartika sebagai atasan terdakwa memberikan keterangan yang sama.

Namun, ia menambahkan, saat itu pada medio Terdakwa sudah tidak lagi ngantor sehingga, perkara ini dilaporkan kepada pihak berwajib melalui, biro hukum perusahaan.

Sesi berikutnya, Iqbal bagian Property Pelindo III Surabaya, mengatakan, bukti pelunasan yang menjadi bukti pembayaran (HPL) bukan dari Pelindo.
” Bukti tersebut, bisa dikatakan palsu,” paparnya.

Atas keterangan para saksi pada kesempatan yang diberikan oleh, terdakwa menyampaikan tanggapan berupa, mengamini keterangan para saksi.

Sesi pun berlanjut, pada agenda pemeriksaan terdakwa. Majelis Hakim tidak  percaya begitu saja terkait uang yang dipakai terdakwa untuk judi online.

Dalih terdakwa, uang memang dipakai untuk judi on-line.
“Iya Yang Mulia, uangnya saya gunakan berjudi via online dan untuk kebutuhan sehari-hari ,” terangnya.

Dalih lainnya, dipersidangan pengakuan terdakwa bahwa ia sudah lama bermain judi online sejak 2012 dan ada bukti mutasi rekening.

Atas perbuatan terdakwa JPU dalam dakwaannya menjeratnya sebagaimana yang diatur dalam Pasal 378 KUHP.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending