Connect with us

Hukrim

Keterangan Saksi Dalam BAP Berbeda Dengan Keterangan Dalam Sidang.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, perkara dugaan penipuan sebagaimana yang didakwakan oleh, Winarko selaku,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, bergulir dengan agenda mendengar keterangan Anne Riskywanti, sebagai saksi (mantan karyawan David Handoko).

Dalam keterangannya, saksi mengaku, rekeningnya pernah menerima aliran dana dari terdakwa maupun perusahaan.
” Ia pernah terima aliran dana dari terdakwa sesuai kebutuhan (uang yg ditransfer ke saksi untuk belanja).Sebulan bisa lebih 5 kali untuk belanja Alat Tulis Kantor (ATK) dan pembayaran cat,” ungkapnya.

Namun, ia lupa berapa kali ditransfer oleh, terdakwa guna pembayaran cat. Nilai transfer sekitar 400 juta dan untuk belanja ATK selama sebulan sekitar 1 Milyard.

Ia pun, pernah di periksa di kepolisian sebagaimana dalam keterangannya, di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pembelian cat langsung dikirim ke rekeningnya.
” Pengiriman dana ada yang dari perusahaan juga dari rekening pribadi terdakwa,” bebernya.

Lebih lanjut, pengiriman aliran dana lantaran, ada kerjasama dengan Armatim.
” Dalam kerjasama tiap tahunnya, senilai 5 Milyard ada Surat Perintah Kerja (SPK). PT Tunggal Reksa bekerja di bidang pengadaan dan ATK, pengecatan rutin tiap tahun dan kami melayani pembelian Cat saja,” paparnya.

Terkait, pelaksanaan pekerjaan pengecatan saksi katakan, melalui penunjukan langsung (PL).Nilai proyek 300 juta hingga 1 Milyard
secara detail.

Ia menambahkan, sebelum bekerja di PT. Tunggal Reksa, perusahaan tersebut sudah mendapatkan PL dan yang membuat pemberkasan dirinya. Suara santer perusahaannya mengikuti lelang Alutsista itu tidak benar.

Saksi juga mengetahui Ana Prayogi sebab korban kerap datang ke kantor di Ruko RMI lantai III.
” Lebih pastinya, korban datang pasti melewati ruang kerjanya serta kedatangan korban ada kepentingan apa ia tidak tahu,” jelasnya.

Atas sangkaan penipuan yang dilakukan terdakwa baru diketahui saat ia dipanggil Polda Jatim.
” David Handoko (terdakwa) dipanggil ada kaitan penipuan terhadap Ana,” imbuhnya.

Sedangkan, Yakob Prayogo ( korban lainnya)
ia tidak pernah tahu karena tidak pernah korban ketemu terdakwa.

Disinggung, aliran dana yang ditransfer ke rekening oleh terdakwa maupun PT.Tunggal Reksa guna pekerjaan saksi mengaku, tidak tahu bahwa sumber dana berawal dari Ana (korban).

Hal keterangan lainnya, dalam BAP, bahwa saksi mengetahui korban kirim ke rekening terdakwa serta kenal Sony Handoko (kakak terdakwa).

Ia membenarkan, dana yang masuk rekeningnya sebesar 4,1 Milyard dan itupun, untuk belanja barang keperluan perusahaan.

Secara rinci, transfer ke rekeningnya dari PT. Tunggal Reksa maupun dari terdakwa sejumlah 6 Milyard.

Dalam hal transfer ke rekening saksi, sebelumnya seperti itu.
” sejak saksi bekerja sejak pertama kali bekerja ya seperti itu dan bukan baru-baru ini,” ucapnya.

Sayangnya, JPU mencerca terkait, keterangannya dalam BAP telah bertolak belakang dengan keterangan dipersidangan, bahwa dalam setahun perusahaan mendapatkan 3 sampai 15 kali PL juga tidak tahu tentang perusahaan PT. Handoko Jaya
tapi saksi menerima transfer guna operasional.

Atas keterangannya, yang berbeda JPU meminta saksi guna bisa membuktikan karena saksi yang membuat pemberkasan atau sebagai administrasi.

Dalih saksi, tidak bisa membuktikan karena sudah tidak bekerja di perusahaan terdakwa.

Diujung persidangan, saksi telah menyatakan, bahwa keterangannya dipersidangan yang benar.

Majelis Hakim juga memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi keterangan saksi. Dikesempatan yang diberikan terdakwa mengamini keterangan saksi.             M E T.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending