Gegara Gula 260 Ton, Camilia Sofyan Ali Divonis 18 Bulan.

122

Surabaya-basudewanews.com, Camilia Sofyan Ali sebagai terdakwa atas kasus tipu gelap pengadaan 260 Ton gula, akhirnya divonis 18 bulan pidana penjara.

Putusan selama 18 bulan, berdasarkan terdakwa telah dinyatakan secara sah telah bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP.
“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap Camilia Sofyan Ali dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan penjara, dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan,” ucap Majelis Hakim, saat membacakan putusannya di ruang Tirta, Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (31/03/2021).

Khusaini selaku, Majelis Hakim menyatakan, bahwa terdakwa menyampaikan informasi palsu terhadap H.Mulianti (korban) mengenai stok gula maupun legalitas usahanya yang belum berbadan hukum (hanya Usaha Dagang).

Lebih lanjut, terdakwa juga tidak bisa menyanggupi stok gula dalam jumlah besar serta belum mengembalikan seluruhnya uang korban yang sudah dibayarkan ke terdakwa.

Hal yang memberatkan, melalui  pertimbangan Majelis Hakim, H.Mulianti merugi sebesar 2,6 Milyard. Sedangkan, hal yang meringankan yaitu, terdakwa mengakui semua perbuatannya, bersikap sopan selama menjalani persidangan dan memberikan SHM Ruko miliknya sebagai jaminan pembayaran kepada korban.

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir.
“Pikir-pikir Yang Mulia,” jawabnya.

Sisi lainnya, Suwarti selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, juga menyatakan hal yang sama dengan terdakwa.

Dipersidangan sebelumnya, JPU telah menuntut terdakwa selama 2 tahun pidana penjara.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat Hj. Mulianti ditunjuk sebagai suplier gula oleh Bulog Jatim. Kemudian ia dikenalkan Putri (pegawai Bulog) kepada terdakwa.

Untuk diketahui, terdakwa memiliki
UD Pawon Sejahtera dan menjalin kerja sama dengan korban.

Selanjutnya, terdakwa menerima sejumlah uang 2,7 Milyard guna mengirimkan gula  sebanyak 260 ton. Sayangnya, terdakwa tidak sanggup memenuhi gula dalam jumlah besar sehingga korban menyeret terdakwa ke Persidangan.               MET.