PT.Golden Arta Jaya Dilaporkan Oleh, Konsumen Ke Polda Jatim, Sebagian Konsumen Ajukan Pailit Di Pengadilan Negeri Surabaya.

254

Surabaya-basudewanews com, Dugaan perbuatan tindak pidana penipuan dengan modus jual-beli perumahan menjadikan Rini Setyowati selaku, direktur PT.Golden Arta Jaya menghilang.

Sesuai data yang berhasil dihimpun, direktur Rini Setyowati berdomisili dengan alamat
Citra Land Green Lake Blok CM 10 no.7, RT 3, RW 1, Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, pada medio (9/7/2020) telah resmi dilaporkan ke Polda Jatim, oleh beberapa konsumennya atas dugaan penipuan dan penggelapan. Tanda Bukti Lapor nomor : TBL-B/ 36/ VII/ Tes.1.24./ 2020/ SUS/SPKT serta beberapa konsumen juga turut melaporkan sang direktur.

Hal yang mendasari para konsumen melaporkan sang direktur yakni, sekitar seribu konsumen merasa ditipu oleh, PT.Goleen Arta Jaya sebagai developer.

Modus developer, menawarkan rumah subsidi dengan harga 133 juta, karena rumah subsidi lantainya semen dan tidak ada plafon akhirnya ada penambahan pembayaran sebesar 27 juta.
Pembayaran booking kavling sebesar 1 juta, seminggu berikutnya, pembayaran  Down Payment (DP) sekitar 10 persen dari harga 133 juta.

Sayangnya, para konsumen yang sudah terlanjur melakukan pembayaran sebagai pembeli rumah sebesar 133 juta belum juga terwujud bentuk fisik bangunan.

Data lain yang berhasil dihimpun, tim basudewanews.com, yaitu, PT.Golden Arta Jaya pernah mengajukan izin lingkungan ke Dinas Penanaman Modal Kabupaten Gresik.

Dalam surat pengumuman permohonan izin lingkungan yang bernomor 503/1138/437.74/2018 PT.Golden Arta Jaya
dengan jenis usaha yakni , pembangunan dan operasional perumahan Golden City Residence yang berlokasi di desa Ngepung, Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik memiliki luas area 78.384,00 meter persegi dan telah ditandatangani oleh, Subhan M selaku, Kadis Penanaman Modal Kabupaten Gresik pada medio (2/7/2018).

Dalam hal perkara tersebut, Dwi Agustina dan kawan-kawan mengajukan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Surabaya, sedangkan, beberapa konsumen lainnya, telah melaporkan perkara ini ke Polda Jatim.

Sebagaimana diketahui, dalam persidangan gugatan PKPU Majelis Hakim dalam amar putusannya telah menyatakan bahwa PT.Golden Arta Jaya pailit.

Dalam amar putusan, pihak Pengadilan Negeri Surabaya, telah menunjuk Sarwedi selaku, Hakim pengawas pada perkara tersebut, serta menunjuk dan mengangkat Akhmad Zainuddin sebagai kurator PT.Golden Arta Jaya.

Lebih lanjut, Sarwedi juga telah menetapkan, rapat kreditur pada medio (23/7/2020), batas akhir pengajuan tagihan kreditur pada medio (3/8/2020) dan rapat verifikasi pajak maupun pencocokan piutang kreditur pada medio (6/8/2020).

Atas amar putusan bahwa PT.Golden Arta Jaya dalam keadaan pailit apakah para konsumen lainnya, yang telah melaporkan perkara dugaan penipuan ke Polda Jatim akankah terus bergulir proses pelaporannya?.               MET.