Connect with us

Hukrim

PT.Golden Arta Jaya Dilaporkan Oleh, Konsumen Ke Polda Jatim, Sebagian Konsumen Ajukan Pailit Di Pengadilan Negeri Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews com, Dugaan perbuatan tindak pidana penipuan dengan modus jual-beli perumahan menjadikan Rini Setyowati selaku, direktur PT.Golden Arta Jaya menghilang.

Sesuai data yang berhasil dihimpun, direktur Rini Setyowati berdomisili dengan alamat
Citra Land Green Lake Blok CM 10 no.7, RT 3, RW 1, Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya, pada medio (9/7/2020) telah resmi dilaporkan ke Polda Jatim, oleh beberapa konsumennya atas dugaan penipuan dan penggelapan. Tanda Bukti Lapor nomor : TBL-B/ 36/ VII/ Tes.1.24./ 2020/ SUS/SPKT serta beberapa konsumen juga turut melaporkan sang direktur.

Hal yang mendasari para konsumen melaporkan sang direktur yakni, sekitar seribu konsumen merasa ditipu oleh, PT.Goleen Arta Jaya sebagai developer.

Modus developer, menawarkan rumah subsidi dengan harga 133 juta, karena rumah subsidi lantainya semen dan tidak ada plafon akhirnya ada penambahan pembayaran sebesar 27 juta.
Pembayaran booking kavling sebesar 1 juta, seminggu berikutnya, pembayaran  Down Payment (DP) sekitar 10 persen dari harga 133 juta.

Sayangnya, para konsumen yang sudah terlanjur melakukan pembayaran sebagai pembeli rumah sebesar 133 juta belum juga terwujud bentuk fisik bangunan.

Data lain yang berhasil dihimpun, tim basudewanews.com, yaitu, PT.Golden Arta Jaya pernah mengajukan izin lingkungan ke Dinas Penanaman Modal Kabupaten Gresik.

Dalam surat pengumuman permohonan izin lingkungan yang bernomor 503/1138/437.74/2018 PT.Golden Arta Jaya
dengan jenis usaha yakni , pembangunan dan operasional perumahan Golden City Residence yang berlokasi di desa Ngepung, Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik memiliki luas area 78.384,00 meter persegi dan telah ditandatangani oleh, Subhan M selaku, Kadis Penanaman Modal Kabupaten Gresik pada medio (2/7/2018).

Dalam hal perkara tersebut, Dwi Agustina dan kawan-kawan mengajukan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Surabaya, sedangkan, beberapa konsumen lainnya, telah melaporkan perkara ini ke Polda Jatim.

Sebagaimana diketahui, dalam persidangan gugatan PKPU Majelis Hakim dalam amar putusannya telah menyatakan bahwa PT.Golden Arta Jaya pailit.

Dalam amar putusan, pihak Pengadilan Negeri Surabaya, telah menunjuk Sarwedi selaku, Hakim pengawas pada perkara tersebut, serta menunjuk dan mengangkat Akhmad Zainuddin sebagai kurator PT.Golden Arta Jaya.

Lebih lanjut, Sarwedi juga telah menetapkan, rapat kreditur pada medio (23/7/2020), batas akhir pengajuan tagihan kreditur pada medio (3/8/2020) dan rapat verifikasi pajak maupun pencocokan piutang kreditur pada medio (6/8/2020).

Atas amar putusan bahwa PT.Golden Arta Jaya dalam keadaan pailit apakah para konsumen lainnya, yang telah melaporkan perkara dugaan penipuan ke Polda Jatim akankah terus bergulir proses pelaporannya?.               MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Dinyatakan Terbukti Bersalah 2 Kurir Sabu Dituntut Pidana Hukum Mati

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Genderang perang tanpa memberi kelonggaran ancaman hukuman terhadap para pelaku yang bermufakat memiliki, mengedarkan narkotika jenis sabu, ditunjukkan oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Febri. Hal demikian, dibuktikan JPU, di persidangan agenda tuntutan yang bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (28/6/2022).

Dipersidangan tersebut, JPU menyatakan, bahwa ke-dua terdakwa yakni, Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan Fatriana yang bermufakat menuruti perintah Joko maupun Alex berdasarkan kesediaan ke-dua terdakwa melakukan pekerjaan atau pemufakatan guna memenuhi kebutuhan ekonomi.

Kedua terdakwa pun, diperintahkan untuk mendownload aplikasi BlackBerry agar memudahkan komunikasi. Sedangkan, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian ke-dua terdakwa mengaku, pernah mengirim sabu seberat 17 Kg dengan mendapatkan upah sebesar 70 Juta.

Sementara, dari persidangan sebelumnya, agenda saksi meringankan dari ke-dua terdakwa yakni, Siti Zahara (istri Ikhsan Fatriana), JPU sebelum menyampaikan, tuntutan, memohon terhadap Majelis Hakim, Martin Ginting agar keterangan tersebut, layak di kesampingkan.

Hal lainnya, JPU juga mengatakan, di persidangan sebelumnya, ke-dua terdakwa mengakui, ditangkap Jajaran Polrestabes Surabaya, berikut Barang Bukti (BB) yaitu, 2 tas koper berisi sabu seberat 43 Kg, yang dikemas dalam bungkus teh China.

Berdasarkan uraian yang disampaikan JPU dipersidangan, bahwa ke-dua terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2 ) dan tidak ditemukan alasan pembenar sehingga layak di hukum yang setimpal atas perbuatannya.
” Menuntut ke-dua terdakwa, karena terbukti bersalah menerima pemufakatan jahat sebagaimana yang dalam pasal 114 Juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menuntut untuk menjatuhkan pidana mati bagi kedua terdakwa ,” ungkap JPU.

Usai JPU bacakan tuntutan memantik Penasehat Hukum ke-dua terdakwa, guna menyampaikan nota pembelaan di persidangan berikutnya.     MET.

Lanjutkan Membaca

Trending