Connect with us

Daerah

CV Wahana Makmur, Diduga Selundupkan Tembakau Menggunakan Jasa Tol Laut.

Published

on

Larat-basudewanews.com, Progres tol laut, sesuai ketentuan Perpres No.71 Tahun 2015, barang kebutuhan pokok adalah barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak dengan skala pemenuhan kebutuhan yang tinggi serta menjadi faktor pendukung kesejahteraan masyarakat justru, diduga malah menjadi ajang CV Wahana Makmur guna meraup keuntungan pribadi berupa,surat dokumen pengiriman barang tidak sesuai dengan isinya.

Adapun, surat dokumen yang tidak sesuai dengan isinya, yaitu, tembakau yang dikemas dan terbingkai dalam Dos/box (popok) di muat dengan menggunakan progres Tol Laut yang bersubsidi.

Atas peristiwa tersebut, CV.Wahana Makmur telah melanggar Perpres No.71 tahun 2015, Permendag No.53 tahun 2020, yang pada intinya, barang yang dikirimkan oleh CV Wahana Makmur melalui progres tol laut adalah tembakau.

Dalam hal ini, tembakau tidak termasuk salah satu bahan penting. Seharusnya, tembakau menggunakan tarif Reguler atau non subsidi namun, dilapangan praktek kotor masih saja dilakukan dengan dugaan secara tak langsung, CV Wahana Makmur selundupkan tembakau yang dikemas dan dibingkai dalam dos/box (popok) menggunakan tol laut (bersubIsidi).

Peristiwa ini diketahui, saat Kapal Kanega Nusantara 5 melakukan pembongkaran di Pelabuhan Larat.

Dari pembongkaran salah satu kontainer petugas TKBM mencurigai, berbagai barang-barang campuran berupa, minyak goreng, popok dan lain-lainnya. Kecurigaan petugas pada box/dos (popok) terbukti setelah tiba di toko, pemilik barang diminta guna membuka dan ternyata isi dari karton tersebut adalah tembakau.
” Keseluruhan barang tembakau kurang lebih 60 Karton. Tiap karton beratnya sekitar 25 kilo gram “, ungkap Sadili.

Upaya penyelundupan tembakau sebagaimana diketahui dengan nomor kontainer 1(CICU 8573010) yang dikemas dan terbingkai dalam dos/box (popok) di akui oleh kepala Kantor UPP Kls II Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar(KKT),Capt.Hasan Sadili S.Sit.MM.M.Mar  saat di Confirmasi Jurnalis Indonesiasatuco.id melalui nomor Telfon Selulernya, pada Sabtu 20/3/2021.

Hingga berita diunggah, Pihak Dirjen Lalu-Lintas Laut, Antony Arif dan Wawan selaku, Dirut CV. Wahana Makmur masih belum bisa dikonfirmasi melalui layanan pesan WhatsApp maupun Telepon lantaran, tidak merespons.

Sementara dugaan secara tidak langsung terkait kerugian negara atau sanksi apa yang diberlakukan atas peristiwa tersebut, Sadili mengatakan, tugas saya di pelabuhan tidak berwenang untuk keputusan karena progres tol laut keputusannya ada di pusat.

Masih menurutnya, terkait pelanggaran saya sudah melayangkan surat ke Dirjen Lalu -Lintas Laut. Dalam surat saya lampirkan bukti bukti foto dan surat pernyataan dari pemilik barang yang mana pemilik barang bersedia membayar 200% (tarif Reguler) “, pungkasnya.                                                            Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending