Gegara Gula 260 Ton, Pesanan Bulog Jatim, Melalui Muliati Berbuntut Camilla Sofyan Ali Kembali Jalani Sidang.

109

Surabaya-basudewanews.com, Perkara yang menjerat Camilia Sofyan Ali sebagai terdakwa kembali bergulir dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Dipersidangan, terdakwa yang disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana penipuan sebagaimana yang didakwakan oleh, Suwarti selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, tampak diruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, dicerca beberapa pertanyaan.

Menurut pengakuan terdakwa, sertifikat ruko diberikan Muliati (korban) sebagai jaminan pengembalian. Selain itu, terdakwa juga mengembalikan uang sebesar 200 juta berikutnya, pengiriman gula seberat 25 ton.

Hal lainnya, yang diungkapkan terdakwa, meski ia bukan pemenang lelang, hubungan transaksi dengan korban kerap berhasil hingga 7 kali.
” Di awal transaksi terdakwa yang menjualkan gula korban yang dibeli dari terdakwa. Selanjutnya, gula dijual sendiri oleh korban “, tuturnya.

Lebih lanjut, terdakwa setelah kirim 25 ton baru dilaporkan ke Polda Jatim oleh, korban.
“Penyerahan ruko 20 February dan persis pada medio 26 February terdakwa juga dilaporkan”, bebernya.

Sebagaimana dituturkan terdakwa, UD Pawon Sejahtera berbadan hukum, ada pendirian di notaris namun, Majelis Hakim menjelaskan, bila UD bukan badan hukum, setahu Majelis Hakim PT atau yayasan.

Meski terdakwa mendapat informasi dari pihak ketiga dan benar atau tidak informasi tersebut, terdakwa berani sampaikan terhadap korban lantaran, di Pabrik Gula Mrican korban pernah mendapat kiriman gula.
” Terkait pembayaran uang yang ditransfer korban dan gula ternyata tidak ada, ia sudah terlanjur membayar ke supplier “, ucapnya.

Diterangkan terdakwa secara visual, ia sudah kembalikan uang korban namun, diperkirakan masih tersisa 1 Milyard.

Secara terpisah, Penasehat Hukum terdakwa kepada awak media mengatakan, kekurangan terdakwa mungkin separuh dari nilai kerugian korban yakni 2,7 Milyard.

Untuk diketahui, awal kronologi kliennya sampai diseret ke meja hijau, bahwa perkara transaksi ini, Muliati (korban) perantara dari Bulog Jatim.

Permintaan gula 260 ton yang pesan adalah Bulog Jatim melalui korban dan kliennya yang mencarikan gula. Kerugian korban 27 Milyard sebenarnya, uang tersebut, dari Bulog Jatim.
” Terkait, pemesanan gula dengan jumlah banyak ia menyampaikan, tidak melalui lelang dan ini sudah diluar kewenangan “, cetusnya.                          MET.