Connect with us

Hukrim

David Handoko Diduga Tawarkan Keuntungan Malah Diadili, Karena Korban Merugi 25 Milyard.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Bertemu teman saat masih dibangku SMP membuat David Handoko menawarkan investasi dengan profit cepat membuat Anna Prayugo  tertarik menanamkan uang 280 dan 300 juta hingga berjumlah 25 Milyard berbuntut David Handoko terpaksa dihadapkan ke meja hijau guna diadili.

Dihadapan meja hijau status David Handoko menjadi terdakwa karena diduga menjanjikan profit (keuntungan) justru, korban malah merugi 25 Milyard.

Dipersidangan Pengadilan Negeri Surabaya, tampak Winarko selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, menghadirkan Anna Prayugo selaku, korban guna memberikan keterangannya, pada Selasa (16/3/2020).

Adapun, keterangan yang disampaikan Anna Prayugo yaitu, saksi dan adiknya percaya saat terdakwa sampaikan nanti dikembalikan dengan cepat plus profit (keuntungan) serta memberi 8 lembar cek senilai 8,3 Milyard sebagai jaminan.
” Dalam jaminan tersebut, tiap cek akan dicairkan terdakwa jawab jangan dulu”, ujarnya.

Anna Prayugo bertambah yakin guna menunda pencairan cek karena pada medio 2017 terdakwa kerap ke luar negeri serta mengirimi poto keberadaan terdakwa bersama keluarganya sedang di luar negeri.

Dihadapan Majelis Hakim, saksi mengatakan, beberapa macam investasi yang ditawarkan berupa, kerjasama proyek di lingkup Tentara Nasional Indonesia (TNI), Proyek Perumahan dan Gerobak Dorong.

Saksi membeberkan, bahwa terdakwa pernah menunjukkan lokasi proyek pembangunan dan uang milik saksi akan dibelikan tanah. Ternyata, sertifikat tanah malah di agunkan oleh, terdakwa ke teman saksi.
” Ia diberitahu tanahnya di Sukodono itu dijaminkan oleh, terdakwa kepada teman saya”, paparnya.

Ia menambahkan, sadar bahwa ia dibohongi terdakwa lantaran, saat ditagih terdakwa selalu katakan tidak ada uang bahkan saksi pernah melakukan somasi.

Hingga terdakwa pun diseret ke meja hijau guna diadili karena sampai sekarang tidak pernah kembalikan uang saksi.

Sedangkan, Yudi Wibowo selaku, Penasehat Hukum terdakwa, menyoal penetapan Barang Bukti (BB).

Menurut pengakuan kliennya, mengatakan  ada yang tidak benar yaitu, terdakwa sampaikan bukti transfer 4 April 2017 ke PT. Alfa Graha tertera siapa yang transfer?

Diujung persidangan, Majelis Hakim memberi kesempatan kepada terdakwa guna menanggapi keterangan saksi. Dalam tanggapan atas keterangan saksi, terdakwa mengatakan menolak dan tidak pernah tawarkan kerja sama kepada saksi termasuk transfer tunai atau kerugian saksi 25 M.

Lain halnya, Anna Prayugo (korban) tetap dalam keterangannya sebagai saksi.

Diruang yang lain, Yudi Wibowo dihadapan tim basudewanews.com, menyampaikan, terkait kerjasama dengan TNI memang benar ada dan itu bukan pengadaan alutsista (senjata) melainkan pengadaan cat kapal.

Disinggung terkait, transfer pada 4 April 2017, ia mengatakan, dana yang masuk ke PT.Alfa Graha bukan saksi yang transfer.
” Transfer yang dimaksud, adalah uang terdakwa sendiri dengan dasar agar terlihat adanya perlintasan uang masuk dan keluar. Harapannya, agar terdakwa mendapatkan kredit pinjaman”, pungkasnya.             MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending