Connect with us

Hukrim

Sahrudin Menguasai 9 Butir Pil Ekstasi, Dijerat Pasal 112 Dan 127.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com,Sahrudin Bin Sumatro, terjerat perkara narkoba jenis pil ekstasi merek Mercy, telah menguasai 9 butir ekstasi oleh, Neldy Denny selaku,Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, dijerat sebagaimana dalam pasal 112 ayat (1) dan 127 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipersidangan,dengan agenda pemeriksaan terdakwa sebelumnya, ia mengaku bahwa 9 butir ekstasi yang ditemukan saat ditangkap dan digeledah oleh jajaran kepolisian adalah milik Agus (DPO).
” Milik Agus Yang Mulia, saya hanya dititipi saja, sepulang dari diskotik area Sukomanunggal Surabaya. Dia (Agus) tidak berani membawanya, soalnya pernah ditangkap polisi “, paparnya, di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (9/3/2021).

Pada agenda pemeriksaan saksi penangkap, menurut keterangannya, sebelumnya pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa adanya penyalah-guna narkoba jenis pil ekstasi. Setelah dilakukan penyelidikan kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap terdakwa di depan Alfamart Tambakrejo Surabaya.

Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 plastik klip berisi 9 butir Pil ekstasi dengan warna coklat berbentuk segitiga berlogo mercy dengan berat keseluruhan + 3,00 gram.

Usai sidang, JPU Neldy, ketika dikonfirmasi terkait pasal yang didakwakan mengatakan bahwa terdakwa tidak membelinya, hanya dititipi. Dia soalnya ga beli, cuma dititipi “, pungkasnya.   MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending