Connect with us

Hukrim

Imam Asrofi Dan Candra Luky Permana Diadili, Gegara Jual Lobster (Benur).

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Imam Asrofi menerima pesanan Lobster dari Subur kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) memaksanya menghuni terali besi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, di persidangan yang bergulir pada Rabu (10/3/2021).

Dipersidangan, Willy Gede selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, tampak menghadirkan 2 orang saksi yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Kedua saksi dari Dirpolair Polda Jatim, melakukan penangkapan terhadap Imam Asrofi saat melakukan pengiriman lobster jenis mutiara dan pasir. Dari penangkapan  dalam mobil jenis Picanto ditemukan 1.675 benih lobster.

Sedangkan, Candra Luky Permana yang mendapat pesanan dari Subur (DPO) dan sudah menerima transfer sebesar 8 juta, ditangkap jajaran Ditpolair Polda Jatim, 2 hari sebelumnya, di rumahnya Jalan Jolosutro Desa Ringinsari Dusun Ringinrejo Kabupaten Blitar.

Adapun, hasil penangkapan ditemukan 1.761 benih lobster. Melalui pengembangan Candra Lucky Permana mendapatkan benih yang dibeli dari ULO (DPO).

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa, kedua terdakwa mengakui telah menerima pesanan dan penjualan Lobster tersebut, tanpa seizin Dinas Perikanan setempat.

Atas perbuatan kedua terdakwa diancam pidana sebagaimana dalam pasal 92 Juncto pasal 26 ayat (1) Undang Undang no.11 tahun 2020 tentang cipta kerja Juncto Undang-Undang no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang no 31 tahun 2004 tentang perikanan.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending