Imam Asrofi Dan Candra Luky Permana Diadili, Gegara Jual Lobster (Benur).

74

Surabaya-basudewanews.com, Imam Asrofi menerima pesanan Lobster dari Subur kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) memaksanya menghuni terali besi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, di persidangan yang bergulir pada Rabu (10/3/2021).

Dipersidangan, Willy Gede selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Perak Surabaya, tampak menghadirkan 2 orang saksi yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Kedua saksi dari Dirpolair Polda Jatim, melakukan penangkapan terhadap Imam Asrofi saat melakukan pengiriman lobster jenis mutiara dan pasir. Dari penangkapan  dalam mobil jenis Picanto ditemukan 1.675 benih lobster.

Sedangkan, Candra Luky Permana yang mendapat pesanan dari Subur (DPO) dan sudah menerima transfer sebesar 8 juta, ditangkap jajaran Ditpolair Polda Jatim, 2 hari sebelumnya, di rumahnya Jalan Jolosutro Desa Ringinsari Dusun Ringinrejo Kabupaten Blitar.

Adapun, hasil penangkapan ditemukan 1.761 benih lobster. Melalui pengembangan Candra Lucky Permana mendapatkan benih yang dibeli dari ULO (DPO).

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa, kedua terdakwa mengakui telah menerima pesanan dan penjualan Lobster tersebut, tanpa seizin Dinas Perikanan setempat.

Atas perbuatan kedua terdakwa diancam pidana sebagaimana dalam pasal 92 Juncto pasal 26 ayat (1) Undang Undang no.11 tahun 2020 tentang cipta kerja Juncto Undang-Undang no 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang no 31 tahun 2004 tentang perikanan.       MET.