Yakubus Penasehat Hukum Willy Gunawan, Sebut, Gugatan PMH Ada Contra Letter.

116

Surabaya-basudewanews.com, Sidang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Willy Gunawan sebagai Penggugat melawan Hariyono Soebagio selaku, tergugat I , Notaris Tri Winarno selaku, tergugat II dan PT. Pelayaran Wahana Gemilang selaku, turut tergugat bergulir dengan agenda saksi pada Selasa (2/3/2021) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dipersidangan, Edi Sutarto hadir sebagai saksi namun, sayangnya, saksi kerap menjawab tidak ingat atau lupa saat Yakubus selaku, Penasehat Hukum Penggugat menyoal terkait, akta nomor 39.

Usai persidangan Yakubus selaku, Penasehat Hukum Penggugat kepada basudewanews.com, menyampaikan, terkait perkara nomor 588/Pdt.G/2020/PN Sby, dalam perkara ini ada Contra Letter.
” Suatu keadaan yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya. Hal ini, diatur dalam pasal 1873 KUHPerdata “, cetusnya.

Sebenarnya, perkara ini jaminan hutang piutang buktinya dipersidangan para Penasehat Hukum tergugat maupun turut tergugat tidak berani menampilkan akta 39 yang berbunyi jaminan hutang. Sedangkan, dalam akta jual beli berdasarkan akta 39.
” Ini jelas-jelas dilarang karena terjadi penyelundupan hukum dan pelacuran. Seorang pengacara harus meluruskan hukum bukannya sudah dibayar lalu dibengkok-bengkokan “, tegasnya.

Masih menurutnya, akta nomor 39 dibeberkannya, berupa, dipahami oleh para pemegang saham perseroan sebelum rapat dilangsungkan maka rapat dengan suara bulat menyetujui Jaminan Hutang aset milik perseroan dengan jaminan nilai 45 Milliard.
” Silahkan dilihat akta nomor 39 apakah ini akta jual beli? “, kesalnya.

Secara terpisah, Ening selaku, Penasehat Hukum tergugat, saat ditemui mengatakan,
yang berdalih sesuka penggugat.

Ia menambahkan, akta 39 Khan internal mereka.
” Mereka sebagai penggugat ya mereka yang membuktikan “, pungkasnya.        MET.