Connect with us

Hukrim

Yoyok Wasito Hadi Siswoyo Akui Gadaikan Mobil CRV Dan Camry Dilarikan Ke Jabar.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Keukeuh sebagai anak angkat dari, mantan Bupati Jember (almarhum), Yoyok Wasito Hadi Siswoyo (terdakwa) dipersidangan, akui gadaikan mobil CRV sebesar 80 juta dan melarikan mobil jenis Camry ke Jawa Barat.

Dalam sidang lanjutan, beragenda saksi Dedy selaku, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan Nufitah yang tak lain, keponakan Diana Kumala Sari istri muda mantan Bupati Jember (almarhum).

Hal yang disampaikan, Nufitah bahwa ia tinggal dirumah mendiang mantan Bupati Jember (almarhum) bersama Yenny salah satu pembantu rumah tangga.

Lebih lanjut, terdakwa meminta Nufitah serahkan kunci mobil CRV dan menghardik Yenny untuk segera bergegas meninggalkan rumah.

Sesi selanjutnya, pada agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim menyampaikan, bahwa Yenny pergi meninggalkan rumah karena sudah memesan mobil grab.

Keterangan terdakwa lainnya, bahwa terdakwa masuk bagasi melalui dapur yang tembus ke ruang garasi mobil.

Selang esok hari, terdakwa membawa mobil CRV untuk digadaikan sebesar 80 juta. Usai mengadaikan terdakwa kembali datang melarikan mobil CRV ke Jawa Barat.

Diujung persidangan, terdakwa mengakui mengadaikan mobil CRV dan membawa lari mobil Camry milik ayah angkatnya.

Atas pengakuan terdakwa, bahwa perbuatannya telah mengakibatkan Diana Safitri Kumalasari istri muda mantan Bupati Jember (almarhum) mengalami kerugian sebesar 500 juta.         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending