Connect with us

Hukrim

Penasehat Hukum Latifah Mohon Keringanan, Atas Tuntutan 14 Tahun.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Latifah (terdakwa) mengajukan nota pembelaan melalui, Bima selaku, Penasehat Hukumnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menuntut terdakwa pidana penjara selama 14 tahun.

Dipersidangan, Penasehat Hukum terdakwa menyampaikan pembelaannya, berupa, memohon keringanan masa hukuman lantaran, terdakwa menanggung hidup 2 orang anak yang masih berusia 7 dan 14 tahun.
” Mohon Majelis Hakim menjatuhkan putusan pidana penjara seringan-ringannya karena terdakwa masih memikul tanggung jawab terhadap 2 orang anaknya “, ucapnya.

Usai sampaikan nota pembelaan, Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan pada pekan depan.

Untuk diketahui, terdakwa saat dilakukan penangkapan ternyata, menyimpan barang haram di dua tempat yakni, di tempat kost Ploso dan Tambak Segaran Wetan.

Di dua tempat tersebut, polisi mengamankan serbuk kristal putih (sabu) seberat 2 kg, 2 timbangan elektrik, 2 Handphone dan beberapa bendel plastik, 7 butir ekstasi.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending