Connect with us

Parbud

Gartenhutte, Café Dengan Panorama Istimewa.

Published

on

Mojokerto-basudewsnews.com, Trawas semakin bergeliat berbenah dengan keindahan alam kawasan pegunungan yang dipunya, menjadikan Pemerintahan Mojokerto menggenjot sektor pariwisatanya.

Kawasan Trawas yang sudah mempunyai destinasi wisata cukup menjanjikan kian nampak dengan tumbuhnya Hotel, wisata alam, oleh-oleh khas yang sudah terstruktur.

Trawas menjadi wisata alternative masyarakat Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya jika malas ke Malang karena jauh belum lagi dengan kendala macet.

Selain destinasi yang dikelola oleh, pemerintah.Trawas juga banyak memiliki destinasi desa atau bisnis pribadi para pelaku wisata. Salah satunya café Gartenhutte yang saat ini sedang viral di medsos.

Café Gartenhutte terletak di desa Selotapak Trawas Mojokerto, tempat nongkrong dengan view pemandangan alam Trawas dan gagahnya gunung Penanggungan.

Café ini berdiri berawal dari hobi meracik kopi bareng teman sendiri dan dinikmati sendiri di rumah kecil milik orang tua yang kebetulan dengan view pemandangan yang keren, lama kelamaan banyak dorongan dari teman-temannya untuk belajar berbisnis dengan membuka kedai kopi ditempat ini, cerita sang pemilik.

Kini karena pemandangan yang memang keren didukung dengan kekuatan sosial media, café kini kebanjiran pengunjung terutama week end atau long week end.

Disarankan perjalanan menuju lokasi wisata lebih fleksibel bila menggunakan motor karena akses lokasi cukup sempit, tetap bisa menggunakan mobil tentunya harus siap dengan akses jalan yang cukup sempit.
“Saya sarankan hindari hari sabtu, minggu dan hari libur untuk kesini, mending hari biasa supaya bisa menikmati kopi dan pemandangan gunung penanggungan di tunjang andalan café kami “, ujar Elang Yudha Waskita sang pemilik.

Di Café Gartenhutte bisa mencicipi mulai kopi hingga Jus, maupun Snack atau hidangan makanan lainnya. Silakan berkunjung tentunya dengan tetap jaga kebersihan dan protokol kesehatan.   BW.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Parbud

Pariwisata Nusantara Segera Dibuka Lagi. CHSE dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Mutlak

Published

on

Ini Penjelasan Mas Menteri Sandiaga Uno

Jakarta-basudewanews.com, Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi, seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal segera membuka kembali sektor pariwisata nusantara.

Seiring hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kembali seluruh pihak terkait untuk bersiap, dan meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan.

Menparekraf juga mengingatkan penerapan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) untuk dapat dipatuhi para pelaku usaha. Sehingga diharapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi.

“Rumusnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah satu, yaitu penanganan Covid-19,” tegas Sandiaga Uno.

Pesan dan arahan Sandiaga Uno disampaikan saat talkshow virtual yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema ‘Sektor Pariwisata Bersiap Bangkit, Prokes Covid 19 Tetap Diterapkan’, Rabu (29/9/2021).

Kesungguhan pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19 menurutnya dibuktikannya lewat penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Global Tourism Forum.

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia karena kewaspadaan serta penanganan Covid-19 yang dinilai komunitas pariwisata dunia patut dicontoh oleh negara lain.

“Tentunya ini tidak boleh membuat kita jumawa, kita harus tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lewat penerapan CHSE,” ungkap Sandiaga Uno.

Pentingnya penerapan CHSE yang menjadi standar utama atau gold standard itu, menurutnya akan disempurnakan lewat integrasi Aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga, tak hanya mengontrol kasus covid-19, lewat CHSE dan Aplikasi Pedulilindungi juga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman dan rasa nyaman bagi para wisatawan.

“CHSE adalah kerja bersama, semua berkolaborasi. Sebagai gold standard, sertifikasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” pesan Sandiaga Uno.

Kemenparekraf pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) sebagai garda terdepan. Bersamaan dengan hal tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan seluruh pihak kini tengah mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

Langkah lain, Kemenparekraf juga menyiapkan sejumlah skenario untuk pembukaan pariwisata, termasuk melakukan upskill dan reskill tenaga kerja pariwisata agar dapat menerapkan CHSE dalam kegiatan parekraf.

“Kita pantau situasi, karena Kemenkes mengabarkan akan ada varian Covid-19 baru dan gelombang ketiga, jadi kita harus persiapkan diri jauh lebih baik. Apalagi kita akan membuka pariwisata untuk mancanegara ini, harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan,” harap Mas Menteri Sandiaga Uno. CEB

Lanjutkan Membaca

Trending