2 Saksi Beri Keterangan Atas Perkara 4 Pemuda dan Dokter Baku Hantam Di Jalan Tol.

124

Surabaya-basudewanews.com, 4 pemuda diantaranya, Ferry Rudijanto, Jeremy Felix Rudijanto, James Wong, Andreanus Fitrah Utomo, kini menjadi terdakwa dalam perkara pengeroyokan terhadap Reza Zulkarnain (Dokter) di Tol Warugunung, Surabaya.

Insiden tersebut, berbuntut ke meja hijau dan ke empat pemuda duduk di kursi pesakitan guna diadili dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (25/2/2021).

Dalam persidangan, pada agenda mendengar keterangan saksi yaitu, Nia Aprilia dan kerabat terdakwa, Riyanto hadir di persidangan.

Adapun, keterangan yang disampaikan Nia Aprilia yaitu, saat insiden berlangsung, Nia Aprilia bersama teman-teman kuliahnya (empat terdakwa) dan satu teman perempuannya, akan berangkat ke Jogjakarta untuk mengikuti perlombaan pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Dalam perjalanan, mobil yang kami kendarai melaju di jalur kanan tol Warugunung. Namun, tiba-tiba mobil di depannya mengerem mendadak.
” Secara otomatis, Ferry kaget dan langsung membanting setir ke kiri ”, paparnya.

Masih menurutnya, Ferry menegur Reza untuk segera menjalankan mobilnya.
”Jalan boy ”, ungkapnya meniru ucapan Ferry.

Secara tak sadar, ungkapan tersebut, memantik jawaban berupa, apa !. Sesi pun, berlanjut, kedua mobil pun menepi dan Ferry turun dari mobil yang juga dibarengi korban juga turun dari mobilnya sehingga, terjadi cek-cok diantara keduanya.
” cek-cok semakin memanas dan terjadilah saling tarik yang disertai Ferry memukul pipi korban”, tandasnya.

Hal lainnya, saksi sempat, merekam adegan pengeroyokan lantaran, Reza (dokter) saling membalas teguran hingga terjadinya perkelahian.

Perkelahian di pinggir tol dekat gerbang tol Warugunung, Surabaya, membuat Petugas Jalan Tol Jasa Marga, datang lalu kami dibawa ke kantor kemudian berbuntut di Polsek.

Kedua pihak sempat dimediasi polisi. Nia mengatakan bahwa di kantor polisi itu sebenarnya sudah sepakat berdamai. Keempat teman-temannya siap membayar biaya pengobatan dan kerusakan mobil Reza.
” Tapi, Seninnya kami dipanggil polisi lalu diperiksa dan tidak boleh pulang. Keempat teman saya ditetapkan tersangka ”, ujarnya.

Sedangkan, Riyanto dalam keterangan, menyampaikan, keempat terdakwa berupaya untuk mediasi dengan pihak Reza namun, kesulitan untuk menemui dokter tersebut. ” Ia cari di rumahnya, rumah orangtuanya dan rumah sakit juga tidak ada bisa bertemu korban ”, ucapnya.

Didampingi penasihat hukumnya, Ronny Bahmari, keempat terdakwa membenarkan keterangan kedua saksi.

Pada sesi yang lain, Suparlan selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, mendakwa keempatnya telah melakukan perbuatan pengeroyokan terhadap Reza.

Akibat pengeroyokan, Reza menderita luka memar di sejumlah bagian tubuhnya dan Reza (korban) tidak bisa bekerja dengan baik akibat luka-luka yang dideritanya.

Atas perbuatan ke empat terdakwa, JPU menjerat pasal sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 170 ayat (1) KUHP.   MET.