Connect with us

Hukrim

Istri Muda Mantan Bupati Jember Seret Anak Asuh Ke Persidangan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Yoyok Wasito Hadi Siswoyo keukeuh berstatus anak angkat dari, mantan Bupati Jember (almarhum) diperkarakan ke muka persidangan oleh, Diana Kumala Sari yang tak lain adalah istri muda mantan Bupati Jember.

Yoyok Wasito Hadi Siswoyo ditetapkan sebagai terdakwa gegara merasa anak angkat mantan Bupati Jember, sehingga memaksanya berbuat nekat berupa, membawa lari 2 unit mobil peninggalan mantan Bupati Jember (almarhum).

Dalam perkara ini, Diana Safitri Kumalasari tidak terima atas perbuatan terdakwa sehingga, memperkarakan ke muka persidangan guna diadili.

Dipersidangan, Dedy selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, dalam dakwaannya, menjerat terdakwa sebagaimana dalam pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP.

Fakta dipersidangan, Diana Safitri Kumalasari dihadirkan JPU guna dimintai keterangan. Adapun, keterangan yang disampaikan, berupa, bahwa terdakwa bukan anak angkat suaminya (mantan Bupati Jember).

Hal ini, ditegaskan, bahwa sebagai istri muda secara sah diketahui istri pertama dari mantan Bupati Jember, lantaran, belum mempunyai keturunan.
” Atas izin istri pertama maka saksi bersedia menjadi istri muda dari mantan Bupati Jember “, ungkapnya.

Masih menurutnya, diketahui saksi bahwa terdakwa hanya anak asuh dari mendiang suaminya. Saat itu, bukan hanya terdakwa yang menjadi anak asuh tapi juga banyak keponakan mendiang suaminya juga menjadi anak asuh.

Lebih lanjut, saksi yang juga sebagai Pegawai Negeri Sipil Bondowoso, diberitahu
Yenny sebagai pembantunya, bahwa terdakwa datang di rumah mendiang suaminya (rumah masih milik Pemkab Jember), bersama 2 temannya yaitu, Zaenal dan Beni yang kini status keduanya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kedatangan terdakwa secara tiba-tiba sudah berada dalam garasi langsung menghardik Yenny agar pergi keluar dari rumah. Selanjutnya, terdakwa bersama 2 orang temannya membawa kabur 2 unit mobil jenis CRV dan Camry.

Saksi menambahkan, mobil jenis Camry adalah mobil dinas Pemkab Jember. Pasca meninggal suaminya, mobil dinas tersebut, masih dalam proses peralihan kepemilikan.
” Mobil Camry saat dibawa kabur terdakwa masih tercatat milik Pemkab Jember karena proses peralihan memakan waktu lama “, imbuhnya.

Saksi juga membeberkan, bahwa terdakwa pernah mengurus akta kelahiran setelah meninggal suaminya dan akta tersebut, oleh saksi digugat di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) guna membatalkan akta terdakwa.

Diujung persidangan, terdakwa diberi kesempatan oleh Majelis Hakim guna menanggapi keterangan saksi. Dalam tanggapan terdakwa mengamini keterangan saksi.

Atas perbuatannya, Diana Safitri Kumalasari merugi sebesar 500 juta.

Secara terpisah, Melisa Soediono dan Yuda Bimaputra sebagai Penasehat Hukum Diana Safitri Kumalasari, kepada basudewanews.com, menyampaikan, perkara yang melibatkan Yoyok Wasito Hadi Siswoyo sebagai terdakwa adalah hasil kinerja penyidik dan ia mengapresiasinya.

Sedangkan, 2 unit mobil yang kini, menjadi barang bukti atas nama kliennya, ia berupaya, mengajukan pinjam pakai barang bukti karena kliennya butuh guna operasional.

Disinggung terkait kebenaran status terdakwa yang keukeuh sebagai anak angkat, disampaikan, pada medio 2017 terdakwa mengajukan permohonan akta kelahiran di Dispendukcapil Surabaya.

Selanjutnya, terdakwa membuat fatwa waris bahwa terdakwa adalah satu satunya anak dari mantan Bupati Jember.

Peninggalan mendiang mantan Bupati Jember, belum dibagi dan terbitnya akta kelahiran juga fatwa waris maka kami melakukan gugatan ke PTUN guna membatalkannya.
” Upaya hukum terpaksa dilakukan karena sebenarnya, orang tua terdakwa masih ada dan kami pernah menemuinya.Secara hukum, terdakwa tidak memilik hak waris karena hanya anak asuh “, pungkasnya.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending