Connect with us

Hukrim

Eksepsi Ditolak Seluruhnya, Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Perkara Christian Halim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Eksepsi Christian Halim ditolak seluruhnya, Majelis Hakim perintahkan Jaksa melanjutkan pemeriksaan perkara pada persidangan yang beragenda putusan sela pada peradilan  secara Virtual di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (22/2/2021).

Sidang lanjutan, agenda putusan sela tersebut, dibacakan oleh, Tumpal Sagala selaku, Majelis Hakim.

Adapun, bacaan putusan sela berupa, bahwa Christian Halim sebagai terdakwa melalui Penasehat Hukumnya melakukan eksepsi dan Sabetania selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, memberikan tanggapan atas eksepsi terdakwa maka Majelis Hakim mempertimbangkan, eksepsi terdakwa yang menyatakan surat dakwaan JPU tidak terang antara dakwaan satu dengan dakwaan lainnya tidak bersesuaian, surat dakwaan tidak bisa diterima karena dakwaan kabur, surat dakwaan bukanlah perbuatan tindak pidana melainkan perdata.

Sedangkan, tanggapan JPU atas eksepsi yaitu, JPU meneruskan bahwa saksi Steven menyerahkan dana terhadap terdakwa sebesar 20 Milyard namun, terdakwa tidak mau mengembalikan kepada saksi.

Atas tanggapan JPU Hakim mempertimbangkan, apakah perbuatan terdakwa adalah perbuatan pidana atau bukan harus dibuktikan melalui persidangan, oleh karena itu Majelis Hakim menolak seluruhnya eksepsi terdakwa dan memerintahkan JPU melanjutkan persidangan guna melakukan pemeriksaan.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending