Connect with us

Parbud

Air terjun Baru Di Desa Duyung,Trawas.

Published

on

Mojokerto- basudewanews.com, Wisata alam baru yang sangat di minati untuk saat ini di Jawa Timur, saja ada ratusan destinasi wisata yang tersebar di setiap daerah, belum lagi tempat-tempat destinasi yang baru ditemukan.

Di desa Duyung,Trawas, Jawa Timur baru-baru ini ditemukan air terjun. Air terjun baru ditemukan karena di area tersebut, diyakini warga sebagai tempat yang wingit (angker).

Karena tempatnya wingit, sehingga tidak ada warga yang berani ke area. Namun, itu semua cuma mitos lama.

Hal ini diungkapkan oleh, Hartono yang tak lain adalah penduduk asli desa duyung. Air terjun baru ditemukan sekitar 2 bulan dan resmi dibuka untuk umum, karena saat ini sedang dikebut pengerjaan untuk akses jalan dan fasilitas pendukung menuju air terjun oleh pihak terkait.

Dengan akses jalan yang mudah dilewati dan fasilitas yang nyaman akan membuat pengunjung betah untuk berlama-lama dengan suasana yang benar-benar alami.

Lokasi air terjun terletak di lereng gunung penanggungan, jarak tempuh sekitar 10 menit dari terminal Pandaan jika menggunakan kendaraan fasilitas tempat parkir telah disediakan dan kita diharuskan berjalan kaki sekitar 5-10 menit saja karena medan masih curam, tapi jauh lebih mudah dibanding akses menuju air terjun di Jatim yang lain.

Himbauan pengelola untuk pengunjung supaya bersama-sama menjaga kelestarian alam minimal dengan tidak merusaknya, juga membawa naik kembali sampah.     BW.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Parbud

Pariwisata Nusantara Segera Dibuka Lagi. CHSE dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Mutlak

Published

on

Ini Penjelasan Mas Menteri Sandiaga Uno

Jakarta-basudewanews.com, Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi, seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal segera membuka kembali sektor pariwisata nusantara.

Seiring hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kembali seluruh pihak terkait untuk bersiap, dan meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan.

Menparekraf juga mengingatkan penerapan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) untuk dapat dipatuhi para pelaku usaha. Sehingga diharapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi.

“Rumusnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah satu, yaitu penanganan Covid-19,” tegas Sandiaga Uno.

Pesan dan arahan Sandiaga Uno disampaikan saat talkshow virtual yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema ‘Sektor Pariwisata Bersiap Bangkit, Prokes Covid 19 Tetap Diterapkan’, Rabu (29/9/2021).

Kesungguhan pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19 menurutnya dibuktikannya lewat penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Global Tourism Forum.

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia karena kewaspadaan serta penanganan Covid-19 yang dinilai komunitas pariwisata dunia patut dicontoh oleh negara lain.

“Tentunya ini tidak boleh membuat kita jumawa, kita harus tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lewat penerapan CHSE,” ungkap Sandiaga Uno.

Pentingnya penerapan CHSE yang menjadi standar utama atau gold standard itu, menurutnya akan disempurnakan lewat integrasi Aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga, tak hanya mengontrol kasus covid-19, lewat CHSE dan Aplikasi Pedulilindungi juga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman dan rasa nyaman bagi para wisatawan.

“CHSE adalah kerja bersama, semua berkolaborasi. Sebagai gold standard, sertifikasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” pesan Sandiaga Uno.

Kemenparekraf pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) sebagai garda terdepan. Bersamaan dengan hal tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan seluruh pihak kini tengah mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

Langkah lain, Kemenparekraf juga menyiapkan sejumlah skenario untuk pembukaan pariwisata, termasuk melakukan upskill dan reskill tenaga kerja pariwisata agar dapat menerapkan CHSE dalam kegiatan parekraf.

“Kita pantau situasi, karena Kemenkes mengabarkan akan ada varian Covid-19 baru dan gelombang ketiga, jadi kita harus persiapkan diri jauh lebih baik. Apalagi kita akan membuka pariwisata untuk mancanegara ini, harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan,” harap Mas Menteri Sandiaga Uno. CEB

Lanjutkan Membaca

Trending