Connect with us

Hukrim

Sindikat Jual Beli Satwa Liar di Sidoarjo dan Kediri Via Medsos, Diungkap Polda Jatim.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com,Praktik penjualan satwa liar atau tindak pidana konservasi Sumber Daya Alam (SDA) di Sidoarjo dan Kediri Via layanan medsos (Facebook), berhasil dibongkar Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Terungkapnya, tindak pidana konservasi SDA Polda Jatim, telah menetapkan tiga orang pelaku sebagai tersangka pelaku perdagangan satwa yang dilindungi.

Tiga pelaku itu adalah NR (26), warga Suko Sidoarjo, sepasang suami istri yaitu, VPE (29) dan NK (21) warga Kediri.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dalam jumpa pers, menjelaskan, pengungkapan kasus penjualan satwa liar ilegal ini atas kerjasama antara Subdit IV Tipidter Polda Jatim dengan pihak Balai Besar Konservasi Daya Alam (BKSDA).
“Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, menemukan adanya informasi jual beli satwa dilindungi di Facebook. Lalu, kepolisian bersama petugas BKSDA mendatangi kediaman tersangka guna melakukan penangkapan “, ungkapnya. Pada medio Rabu (17/2/2021).

Sedangkan, Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy menambahkan, pelaku NR ditangkap di kediamannya Dusun Biting, Desa Suko Sidoarjo, pada medio ( 1/2/2021), saat praktik jual beli, NR menggunakan akun Facebook bernama Zein-Zein.
” NR menjual satwa langka 15 ekor Kakatua Maluku “, bebernya.

Selain itu petugas gabungan tersebut, juga mengamankan barang bukti lainnya, seperti dua sangkar besi, sebuah kandang ram besi, 30 buah paralon bekas tempat satwa, 14 buah keranjang plastik bekas tempat satwa, hingga 1 unit Handphone Iphone 6s Plus warna silver.

Kedua pelaku pasutri berinisial VPE dan NK ditangkap dari hasil pengembangan penyidik Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, melalui akun Facebook bernama Enno ArekBonek Songolaspitulikur.

Untuk suami istri VPE dan NK ditangkap pada Senin (8/2/2021),di kediamannya di Jalan Perum Permata Biru, Kabupaten Kediri, Jatim.
” Terhadap pelaku satu orang tidak kita lakukan penahanan karena yang bersangkutan adalah wanita merupakan istri VPE. Dia (NK) dalam keadaan hamil. Dua orang kita lakukan penahanan “,  ucapnya.

Dari tangan tersangka (VPE dan NK) disampaikan oleh, AKBP Zulham Effendy, bahwa pihaknya mengamankan satu ekor Elang Brontok atau Nisaetus cirrhatus, delapan ekor Lutung Budeng atau Trachypithecus Auratus dan tiga ekor Elang Paria atau Milvus Migrans.

Berdasarkan penyidikan, para tersangka menjual satwa dilindungi ini dengan harga mulai dari 2 juta hingga 15 juta.
“Satwa yang dijual para pelaku ini diambil langsung dari alam liar. Dan harga yang dibanderol tergantung dari kelangkaan hewan tersebut “, pungkasnya.

Atas perbuatan para pelaku, polisi menjerat dengan Pasal 40 ayat (2) dan pasal 21 ayat (2), terkait penangkapan satwa langka yang dilindungi pemerintah, dengan ancaman 5 tahun penjara.                                        Noni.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending