Connect with us

Hukrim

Christian Halim Lantang Bacakan Eksepsi, Landai Mohon Penangguhan Dengan Jaminan Uang Dan Orang Tua.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Christian Halim yang duduk dikursi pesakitan guna diadili secara Virtual di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (15/2/2021), melalui Penasehat Hukumnya, Anita dihadapan Majelis Hakim lantang Bacakan eksepsi namun, melandai saat memohon penangguhan tahanan kliennya.

Dipersidangan, Anita selaku, Penasehat Hukum terdakwa tampak lantang Bacakan eksepsi.

Adapun eksepsi yang dibacakan ada beberapa poin yang disampaikan yaitu,
menganggap surat dakwaan Sabetania selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, harus dinyatakan batal demi hukum karena tidak bersesuaian.

Hal lainnya, surat dakwaan kabur yang merugikan kepentingan kliennya guna melakukan pembelaan.

Dalam bacaan eksepsi Penasehat Hukum terdakwa juga bacakan secara landai permohonan penangguhan tahanan.

Dikesempatan yang diberikan Tumpal Sagala selaku, Majelis Hakim, JPU akan menanggapi eksepsi secara tertulis.

Diruang yang lain, Penasehat Hukum terdakwa kepada basudewanews com, mengatakan, bahwa ada beberapa frasa atau perumusan bertentangan antara satu dengan yang lain.

Masih menurutnya, dalam perkara yang melibatkan kliennya sebenarnya adalah permasalahan kontrak kerja bukan perkara pidana.

Disinggung terkait, upaya penangguhan yang dilakukannya, lantaran terdakwa satu-satu yang bisa menjalankan sebuah perusahaan sehingga jangan sampai proses pemeriksaan dipersidangan menganggu hak kliennya guna bekerja sehari-hari.

Upaya penangguhan disampaikan ada beberapa jaminan yaitu, salah satunya orang tua dan uang. Sedangkan, besaran nominal uang jaminan Penasehat Hukum terdakwa tidak berkenan menyebutkan sembari tersenyum.                 MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending