Connect with us

Parbud

Mengenal Wisata Candi Kebesaran Kerajaan Majapahit.

Published

on

Mojokerto-basudewanews.com, Kebesaran kerajaan Majapahit tak dipungkiri bahwa melalui, kebesaran kerajaan Majapahit-lah beberapa kerajaan bisa bersatu yang kini dikenal Nusantara.

Digdaya melalui panglima perangnya juga tangguh dalam berperang beberapa kerajaan tunduk dipersatukan dalam Nusantara. Sayangnya, kebesaran dan kedigdayaan Majapahit menyimpan misteri bahkan konon nama Majapahit beralih menjadi Mojokerto Kabupaten Jawa Timur.

Selain dikenal tangguh dalam berperang, tampak masyarakat Majapahit kala itu juga mempunyai ketrampilan seni yang tinggi. Keterampilan seni terlihat dari peninggalan peninggalannya yang saat ini banyak ditemukan seperti, Candi – candi peninggalan kerajaan Majapahit banyak bercecer di pegunungan Penanggungan, Trawas Mojokerto dengan bemacam-macam bentuk dan nama.

Secara detail candi-candi yang ada, kita bisa melihat kehebatan seniman pembuat candi kala itu.Candi Gajah Mungkur, Candi Griya, Candi Kama, Candi Wayang dan masih banyak Candi-Candi yang lain tercecer di gunung Penanggungan.

Untuk menuju candi-candi ini cukup membayar parkir saja, mungkin cukup memakai jasa pemandu agar tidak tersesat.

Akses menuju candi-candi disini hanya bisa berjalan kaki dengan medan menanjak yang cukup menguras tenaga, disarankan kita dalam kondisi sehat.

Semua lelah yang didapat akan terbayarkan dengan kesejukan & keindahan alam di kawasan ini.Untuk menuju candi-candi ini bisa mencari desa manduro, dan meminta pandu teman-teman karang taruna Gajah Ulung yang memang sudah paham wilayah hutan gunung Penanggungan.
“Candi-candi ini kami rawat dengan baik, jadi kami pesan kepada pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan juga tidak merusaknya”, ujar salah satu pembina karang taruna Gajah Ulung.      BW

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Parbud

Pariwisata Nusantara Segera Dibuka Lagi. CHSE dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Mutlak

Published

on

Ini Penjelasan Mas Menteri Sandiaga Uno

Jakarta-basudewanews.com, Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi, seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal segera membuka kembali sektor pariwisata nusantara.

Seiring hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kembali seluruh pihak terkait untuk bersiap, dan meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan.

Menparekraf juga mengingatkan penerapan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) untuk dapat dipatuhi para pelaku usaha. Sehingga diharapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi.

“Rumusnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah satu, yaitu penanganan Covid-19,” tegas Sandiaga Uno.

Pesan dan arahan Sandiaga Uno disampaikan saat talkshow virtual yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema ‘Sektor Pariwisata Bersiap Bangkit, Prokes Covid 19 Tetap Diterapkan’, Rabu (29/9/2021).

Kesungguhan pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19 menurutnya dibuktikannya lewat penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Global Tourism Forum.

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia karena kewaspadaan serta penanganan Covid-19 yang dinilai komunitas pariwisata dunia patut dicontoh oleh negara lain.

“Tentunya ini tidak boleh membuat kita jumawa, kita harus tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lewat penerapan CHSE,” ungkap Sandiaga Uno.

Pentingnya penerapan CHSE yang menjadi standar utama atau gold standard itu, menurutnya akan disempurnakan lewat integrasi Aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga, tak hanya mengontrol kasus covid-19, lewat CHSE dan Aplikasi Pedulilindungi juga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman dan rasa nyaman bagi para wisatawan.

“CHSE adalah kerja bersama, semua berkolaborasi. Sebagai gold standard, sertifikasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” pesan Sandiaga Uno.

Kemenparekraf pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) sebagai garda terdepan. Bersamaan dengan hal tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan seluruh pihak kini tengah mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

Langkah lain, Kemenparekraf juga menyiapkan sejumlah skenario untuk pembukaan pariwisata, termasuk melakukan upskill dan reskill tenaga kerja pariwisata agar dapat menerapkan CHSE dalam kegiatan parekraf.

“Kita pantau situasi, karena Kemenkes mengabarkan akan ada varian Covid-19 baru dan gelombang ketiga, jadi kita harus persiapkan diri jauh lebih baik. Apalagi kita akan membuka pariwisata untuk mancanegara ini, harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan,” harap Mas Menteri Sandiaga Uno. CEB

Lanjutkan Membaca

Trending