Connect with us

Hukrim

Tawarkan Tambang Nikel Di Morowali, Christian Halim Dijerat Pasal 372, 378 KUHP.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Christian Halim tawarkan tambang Nikel di Morowali, berbuntut dirinya harus duduk dikursi pesakitan guna diadili secara Virtual di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (10/2/2021).

Dipersidangan, Sabetania selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, mendakwa Christian Halim (terdakwa) telah melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana dalam pasal 372, 378 KUHP.

Dalam perkara ini, terdakwa disangkakan tidak memiliki keahlian dalam bidang tambang Nikel dan pengerjaan pembangunan infrastruktur di Morowali.

Dakwaan lainnya, terdakwa berhasil meyakinkan rekanan guna mendapatkan asupan dana agar kedua pekerjaan bisa terlaksana. Sayangnya, usai mendapat kucuran dana sebesar 20 Milyard, terdakwa
berdalih bahwa dilapangan terjadi kendala dan berdampak pembengkakan anggaran.

Atas perbuatannya, Christeven Mergonoto sebagai rekanan merugi sekira 39 Milyard.

Diujung persidangan, Penasehat Hukum terdakwa menyatakan eksepsi atas dakwaan JPU.                                                         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending