Connect with us

Hukrim

Saksi Malah Kuatkan Dakwaan JPU, Atas Sangkaan Pasal 263, 266 Dan 372 Yang Dijeratkan Ariel Topan Subagus.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang perkara adanya dugaan pemalsuan akta otentik atau penggelapan yang menjerat Ariel Topan Subagus sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (10/2/2021).

Sidang lanjutan, dengan agenda saksi, tampak Darwis selaku, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan saksi guna  memberikan keterangan terkait, prahara kepemilikan saham PT. Hosion Sejati.

Prahara PT.Hosion Sejati muncul setelah meninggalnya Susiana selaku, Direktur Utama hingga memaksa terdakwa kembali hadir dipersidangan untuk mendengar keterangan Lidia.

Adapun keterangan yang disampaikan Lidia  dihadapan Suparno selaku, Majelis Hakim yaitu, pemegang saham PT.Hosion Sejati adalah Susiana (orang tua terdakwa), Ariel Topan Subagus dan Hoke Wijaya.

Pada saat suasana duka, Hoke Wijaya sempat berpesan terdakwa agar menjadi direktur. Selang berikutnya, ada pertemuan di Bali yaitu, Hoke Wijaya, terdakwa dan 2 saudara terdakwa.

Masih menurutnya, ia mendapatkan warisan saham dari almarhum Susiana (kakaknya). Lebih lanjut, yang diketahui saksi adalah pembagian waris. Sedangkan, pengalihan saham tidak ada.
” Termasuk saham Hoke Wijaya dialihkan tidak ada”, bebernya.

Ia menambahkan, bahwa tidak ada jual beli saham. Pada 2016 pertemuan ketiga orang tidak ada daftar hadir.

Diujung persidangan, saksi masih tetap pada jawabannya, tatkala Majelis Hakim kembali mengulang apakah ada pengalihan saham Home Wijaya atau jual beli saham. Dalam keterangan tersebut, saksi yang tak lain adalah masih saudara dari terdakwa dengan tegas mengatakan tidak ada jual beli saham.

Diruang yang lain, JPU dihadapan tim basudewanews.com, mengatakan, atas keterangan yang disampaikan saksi justru malah mendukung dakwaannya. Bahwa tidak ada penjualan saham Home Wijaya ke terdakwa. Namun, dalam surat pernyataan dan akta notaris yang juga dimasukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Menurut pengakuan terdakwa jual beli saham Hoke Wijaya ke terdakwa sebanyak  6600 lembar itu ada. Dipersidangan saksi mengatakan tidak ada jual beli saham.

Hal lainnya, JPU mengatakan, Hoke Wijaya yang datang guna takziah sempat berpesan terhadap terdakwa perusahaan tetap jalan tapi versi terdakwa pesan Hoke Wijaya adalah RUPS.

JPU menyampaikan, dalam perkara ini, adanya unsur pemalsuan sehingga Hoke Wijaya dirugikan karena deviden sejak tahun
2015 hingga 2029 tidak dibagikan. Berdasarkan berkas perkara kerugian Hoke Wijaya sekira 226 Milyard.

Sementara Penasehat Hukum terdakwa saat ditemui menyampaikan, ” saksi sudah menyampaikan bahwa dakwaan JPU tidak benar semua”, pungkasnya.                 MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jalankan PT.Dewata Wanatama Lestari Andri Yanto Malah Tipu PT.Idub Sufi Wahyu Abadi Sebesar 5 Milyard

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang atas perkara sangkaan penipuan kayu yang melibatkan Andri Yanto sebagai terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna dan Sabetania R.Paembonan, menghadirkan, 2 saksi guna dimintai keterangan.

Adapun, kedua saksi yakni, Paulus selaku, owner PT.Dewata Wanatama Lestari dan PT.Dewata Wahana Lestari serta David selaku, administrasi kedua PT.DWL tersebut.

Paulus dalam keterangan, mengatakan, PT.DWL yang memiliki izin, alat berat serta fasilitas. Sedangkan, terdakwa mewakili CV.Abadi Timber Jaya (ATJ).

Dalam perkara ini, terdakwa dari CV.ATJ, ada kerjasama dengan PT.DWL sejak (18/8/2017). Diperjanjian kerjasama tersebut, terdakwa datang bersama teman temannya, yakni, Tommy, A Tiong, Miftahul Huda, Candra dan Kharim.

Lebih lanjut, saksi sampaikan, inti dari perjanjian kerjasama CV.ATJ dengan PT.DWL yaitu, CV.ATJ hanya melakukan operasional dan penebangan hutan.

Paulus, memaparkan, pembagian Deviden waktu itu, CV.ATJ memberikan fee ke perusahaan saya (PT. DWL) sebesar 400 Ribu dengan estimasi harga kayu perkubik 1 Juta.

Setahu Paulus, CV.ATJ yang bekerjasama dengan PT.DWL pelaksanaannya tidak performa.

Sisi lainnya, terdakwa yang mencatut nama PT.DWL karena menjalankan operasional 100 persen, ada jual beli kayu dengan PT.Idub Sufi Wahyu Abadi (ISWA). Hal demikian, saya ketahui ada somasi yang didalam somasi berisi nama terdakwa.

Atas somasi tersebut, saya melayangkan jawaban melalui, Penasehat Hukum karena saya tidak kenal korban PT.ISWA.

Paulus juga membeberkan, sebelum menjalankan operasional PT.DWL terdakwa kami minta kesanggupan modal yang cukup.

” Alat berat kami dalam penguasaan Leasing. Terdakwa bisa menjalankan, operasional PT.DWL lantaran, setor 10 Milyard untuk bayar ke leasing ,” tuturnya.

Masih menurut Paulus, perihal, terdakwa setor 10 Milyard, dimungkinkan, guna menggaet investor maka terdakwa meyakinkan, investor berupa,bahwa PT.DWL diakui milik terdakwa.

Pengakuan terdakwa lain, yaitu, rumah Paulus dikabarkan telah dibeli terdakwa. Padahal, hanya kontraktor.

Masih terkait, dana sejak April 2018 , disampaikan, Paulus, saya cari cari terdakwa karena cek yang diberikan kosong.

Sedangkan, David selaku, administrasi PT. DWL yang ditugasi khusus menangani perjanjian, mengatakan, saya yang membuat draft kontrak antara CV.ATJ dengan PT.DWL

Saat perjanjian, syarat yang harus dipenuhi yakni, alat berat kami di hutan terkait dengan SAM Finance.

” Kita bisa beroperasi asal kita ada pembayaran ke SAM Finance ,” ungkapnya.

Awalnya, ada pembayaran sebesar 1 Milyard ke SAM Finance, dan sisanya 5 cek rencana akan di cairkan namun, 5 cek tidak bisa dicairkan maka saya email, telpon ke terdakwa bahwa cek kosong. Saat itu, terdakwa menjawab masih diusahakan investor.

David tidak memungkiri, bahwa stempel asli PT.DWL dengan stempel yang dibuat terdakwa berbeda.

Atas keterangan kedua saksi, Sang Pengadil memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi.

Dalam tanggapan, terdakwa mengatakan, berkaitan cek ada 7 kali. Selebihnya, terdakwa amini keterangan kedua saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending