Connect with us

Hukrim

Meski Sedang Jalani 2 Perkara, Aries Onasis Alexandre Kembali Diadili Dengan Jeratan Pasal 378.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang perkara atas dugaan penggelapan uang perusahaan sebesar 2 Milyard yang melibatkan Aries Onasis Alexandre sebagai terdakwa kembali bergulir diruang Tirta I Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (4/2/2021).

Dalam perkara ini, terdakwa meski sedang menjalani masa tahanan atas 2 perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (incraht) terdakwa dipaksa diadili kembali guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Di persidangan, Rista selaku,Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, menghadirkan 2 orang saksi untuk dimintai keterangan. Adapun, 2 orang saksi yaitu, Sukma sebagai accounting dan Abdul Malik selaku, general manager PT Excekutif.

Abdul Malik mengawali keterangannya, berupa, Sukma (saksi) pernah menghubungi nya untuk klarifikasi tunggakan pembayaran PT.Marvel selama 10 bulan. Setahu saksi, PT.Marvel telah lunas melakukan pembayaran maka disarankan, Sukma untuk klarifikasi langsung ke PT.Marvel.

Alhasil, dari klarifikasi PT.Marvel sudah lunas melakukan pembayaran selama 10 bulan ke PT.Excekutif namun, oleh terdakwa rekening perusahaan dialihkan ke rekening pribadi.

Masih menurutnya, kerugian perusahaan atas ulah terdakwa mencapai sekitar Rp.2,2 Milyard.
” Pembayaran dari PT.Marvel sebelumnya masuk ke rekening perusahaan tanpa izin oleh terdakwa rekening perusahaan dialihkan ke rekening milik terdakwa”, terangnya.

Sesi selanjutnya, Sukma selaku, acounting perusahaan pernah menanyakan terkait, pembayaran PT.Marvel terhadap terdakwa.

Sayangnya, ia justru dihardik oleh terdakwa berupa, ini bukan ranah kamu, ini bukan kuasa kamu”, timpalnya meniru ucapan terdakwa.

Untuk diketahui, melalui informasi yang berhasil dihimpun dilapangan , diduga terdakwa telah memiliki istri lebih dari satu.

Sedangkan, uang hasil kejahatannya, berupa mengalihkan uang pembayaran PT.Marvel ke rekening pribadi tanpa izin telah merugikan perusahaan sebesar Rp.2 Milyard.

Menurut salah satu nara sumber yang namanya tidak ingin di cantumkan, membeberkan bahwa terdakwa selain istrinya lebih dari satu di indikasikan juga memiliki apartemen mewah dikawasan Surabaya.

Bisa dibayangkan, terdakwa yang hanya menjabat sebagai direktur memiliki pola hidup beristri lebih dari satu dan belum lagi pengeluaran tiap bulan atas kepemilikan apartemennya. Sehingga memicu terdakwa untuk mengalihkan rekening perusahaan ke rekening pribadi dan dampaknya, perusahaan dirugikan atas perbuatannya.                   MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending