Connect with us

Daerah

Polres,TNI dan Pemda Aru Bagi Masker Kepada Masyarakat Guna Memutus Mata Rantai Covid 19.

Published

on

Dobo-basudewanews com, Memutus mata rantai Covid 19, Polres, TNI dan Pemda Kepulauan Aru, bagi-bagi masker kepada masyarakat di lima titik Kota Dobo pada Kamis (4/2/2021).

Adapun, pembagian masker di pusatkan pada lima titik dalam Kota Dobo, dibagikan langsung oleh,AKBP Sugeng Kundarwanto selaku, Kapolres dan Wakilnya, turut mendampingi, Muin Sogalrey sebagai Wakil Bupati, Jajaran Kodim serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP maupun pengurus Bhayangkari Polres Kepulauan Aru.

Disela-sela pembagian masker, AKBP Sugeng Kundarwanto mengatakan, bahwa kegiatan bagi masker dilakukan secara serempak dari pusat sampai ke daerah termasuk kita di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Kegiatan bagi masker ini dilaksanakan secara serentak dan melibatkan unsur TNI dan Pemda Aru. Khususnya, Kota Dobo berlangsung di lima titik yaitu, depan Mako Polres Aru, Tugu Cenderawasih, jalur Belakang Dewan lama, Pasar Timur dan Pasar Jar Garia Dobo”, bebernya.

Lebih lanjut, jumlah masker yang dibagikan pada saat ini berjumlah 2.540 buah, ini dilakukan semata-mata untuk mencegah dan menekan penyebaran Corona Virus Disease(COVID 19) di Kabupaten Kepulauan Aru.

Masih menurutnya, kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan di pusat kota Dobo, namun akan dilaksanakan juga di setiap Polsek di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Tentunya kita akan sediakan juga sampai ke polsek-polsek, yang mana pelaksanaanya akan berkesinambungan dan bertahap,” ungkapnya.

Untuk warga yang tidak memakai masker, Kapolres menegaskan bahwa akan dijalankan sesuai Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2020 tentang Protokoler Covid-19.

Salah satunya adalah memberikan sanksi sosial yaitu menyapu jalan, kemudian pemasangan tulisan di pakaian dengan kalimat, “saya  melanggar protokoler Covid-19 hingga pada penutupan Kios selama tiga hari bagi pemilik yang melanggar”, tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Muin Sogalrey  dalam kesempatan yang sama juga menegaskan, bahwa hari ini dan seterusnya jika kedapatan ada masyarakat yang dengan sengaja tidak mengunakan Masker, maka akan ditindak sesuai Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Protokoler Kesehatan Covid-19.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dilaksanakan secara serempak oleh unsur Forkopimda ini, maka kedepan Kabupaten Kepulauan Aru bisa bebas dari penyebaran Covid-19.

Sedangkan,Choirur Roziqin,S.H., M.Tr.Hanla.M selaku, Danlanal Aru, di kesempatan yang sama menyampaikan, salah satu cara untuk mencegah adanya perkembangan Covid-19 di Aru yakni meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menggunakan masker dengan menerapkan 3M yakni, rajin mencuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak di manapun dan kapanpun berada

Ia juga mengingatkan, ” agar orang yang di luar atau yang berkendaraan motor dan di dalam kendaraan mobil wajib menggunakan masker jangan sampai lengah, tidak lelah dan tidak kendor mengimplementasikan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M. Karena masih ada orang lain di sekitar kita”, pesannya.   Jus.S

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending