Mutiara Dibalik Kepulauan Aru Beserta Buruknya Infrastruktur.

55

Dobo-basudewanews.com, Mutiara Dibalik Kepulauan Aru di Maluku merupakan salah satu nilai yang hingga kini dikenal oleh mata dunia.

Pada abad ke-19 Kepulauan Aru dibalik mutiaranya juga tersimpan Flora dan Fauna yang indah nan mempesona sehingga Kepulauan Aru dijuluki kota Metropolitan.

Mata dunia Internasional mengenal Kepulauan Aru dari karya para ilmuwan yang terkenal dengan karya-karya monumental mereka, seperti Patricia Spyer, Alfred Russel Wallace, dan Adrian Vickers.

Kala itu, Mutiara Kepulauan Aru tidak tertandingi oleh mutiara lain di belahan dunia manapun. Keberadaan Mutiara Aru menjadikan perusahaan mutiara terbesar di Australia harus ditutup dan dipindahkan ke Kepulauan Aru.

Hal ini diungkap berdasarkan hasil penelitian dari Prof. Adrian Vickers.

Mutiara Kepulauan Aru bagai Magnit yang berhasil memikat orang-orang dari berbagai belahan benua guna mendiami Kepulauan Aru. Orang-orang berbagai belahan benua yaitu, orang-orang dari Benua Eropa, Benua Australia, Benua Asia, dan orang- orang dari beragam latar belakang etnis yang ada di Indonesia, Kepulauan Aru kian bernilai melalui hasil laut lainnya berupa ikan, teripang, udang dan sebagainya.

Kepulauan Aru yang Sumber Daya Alam pulaunya begitu menjanjikan sehingga menjadi Magnit bagi masyarakat dunia kini menunjukkan wajah penuh pilu.

Kekayaan Sumber Daya Alam tak mampu menciptakan ruas jalan di hamparan pesisir Kepulauan Aru yang menghubungkan beberapa desa di pinggiran kota Dobo lantaran, nyaris putus diterjang gelombang air laut.

Runtuhnya talud penahan ombak membuat harapan suka menjadi pilu. Realitas tersebut hanyalah secuil dari masalah pembangunan di Kepulauan Aru. Belum lagi masalah Sumber Daya Manusia yang perlu mendapat perhatian dan pengembangan bagi kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada kata tertinggal selama niat untuk berbenah dan terus berbenah digelorakan untuk membangun dan terus membangun kemaslahatan umat manusia menjadi prioritas.

Semoga Kepulauan Aru dapat memancarkan sinar bak Sinar Mutiara yang berkilau indah dipandang mata insan sejagat.
Di kutip, dari DR Jhon Saimima (Akademisi UKIM Ambon).                                       Jus. S