Connect with us

Daerah

Mutiara Dibalik Kepulauan Aru Beserta Buruknya Infrastruktur.

Published

on

Dobo-basudewanews.com, Mutiara Dibalik Kepulauan Aru di Maluku merupakan salah satu nilai yang hingga kini dikenal oleh mata dunia.

Pada abad ke-19 Kepulauan Aru dibalik mutiaranya juga tersimpan Flora dan Fauna yang indah nan mempesona sehingga Kepulauan Aru dijuluki kota Metropolitan.

Mata dunia Internasional mengenal Kepulauan Aru dari karya para ilmuwan yang terkenal dengan karya-karya monumental mereka, seperti Patricia Spyer, Alfred Russel Wallace, dan Adrian Vickers.

Kala itu, Mutiara Kepulauan Aru tidak tertandingi oleh mutiara lain di belahan dunia manapun. Keberadaan Mutiara Aru menjadikan perusahaan mutiara terbesar di Australia harus ditutup dan dipindahkan ke Kepulauan Aru.

Hal ini diungkap berdasarkan hasil penelitian dari Prof. Adrian Vickers.

Mutiara Kepulauan Aru bagai Magnit yang berhasil memikat orang-orang dari berbagai belahan benua guna mendiami Kepulauan Aru. Orang-orang berbagai belahan benua yaitu, orang-orang dari Benua Eropa, Benua Australia, Benua Asia, dan orang- orang dari beragam latar belakang etnis yang ada di Indonesia, Kepulauan Aru kian bernilai melalui hasil laut lainnya berupa ikan, teripang, udang dan sebagainya.

Kepulauan Aru yang Sumber Daya Alam pulaunya begitu menjanjikan sehingga menjadi Magnit bagi masyarakat dunia kini menunjukkan wajah penuh pilu.

Kekayaan Sumber Daya Alam tak mampu menciptakan ruas jalan di hamparan pesisir Kepulauan Aru yang menghubungkan beberapa desa di pinggiran kota Dobo lantaran, nyaris putus diterjang gelombang air laut.

Runtuhnya talud penahan ombak membuat harapan suka menjadi pilu. Realitas tersebut hanyalah secuil dari masalah pembangunan di Kepulauan Aru. Belum lagi masalah Sumber Daya Manusia yang perlu mendapat perhatian dan pengembangan bagi kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada kata tertinggal selama niat untuk berbenah dan terus berbenah digelorakan untuk membangun dan terus membangun kemaslahatan umat manusia menjadi prioritas.

Semoga Kepulauan Aru dapat memancarkan sinar bak Sinar Mutiara yang berkilau indah dipandang mata insan sejagat.
Di kutip, dari DR Jhon Saimima (Akademisi UKIM Ambon). Jus. S

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending