Connect with us

Parbud

Batik Jetis Tempat Belajar Dan Belanja.

Published

on

Sidoarjo-basudewanews.com, Batik adalah bagian identitas Indonesia. Setiap daerah di Indonesia memiliki kain batik dengan motif atau corak tersendiri yang menjadi khas batik berasal.

Seperti halnya, Sidoarjo salah satu area yang ada di Jawa Timur punya  pengerajin batik yang masih aktif sampai saat ini.

Kampung batik Jetis yang berada di desa Lemah Putro Sidoarjo, tepatnya dipusat kota Sidoarjo, sudah ada sejak tahun 1675 tapi mulai dikenal pada tahun 1950 an.

Di kampung Jetis para pecinta batik bisa berbelanja juga belajar cara membatik dengan pengerajinnya langsung. Sebelum wabah Pandemi melanda, kampung ini selalu rame.

Tidak hanya pecinta batik anak-anak sekolah turut belajar & praktek langsung cara membatik sehingga menyemarakan kampung Jetis.
“Seminggu bisa 3 sampai 4 kali tempat kita menerima kunjungan entah dari sekolah atau perkumpulan ibu-ibu, kami disini sebagai pengerajin kampung Jetis senang ternyata masih banyak yang suka dan perhatian dengan batik” ungkap pak Yanto pemilik sanggar di kampng batik jetis Sidoarjo.

Jika berkunjung ke Sidoarjo mampirlah kampung batik jetis entah belajar atau belanja. Dengan menjadi pengerajin atau sebagai konsumen produk batik, akan menjaga atau melestarikan salah satu budaya nusantara ini untuk terus berkarya.                                   BW.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Parbud

Pariwisata Nusantara Segera Dibuka Lagi. CHSE dan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Mutlak

Published

on

Ini Penjelasan Mas Menteri Sandiaga Uno

Jakarta-basudewanews.com, Pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi, seiring terkendalinya pandemi Covid-19. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal segera membuka kembali sektor pariwisata nusantara.

Seiring hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengingatkan kembali seluruh pihak terkait untuk bersiap, dan meminta agar mereka mematuhi protokol kesehatan.

Menparekraf juga mengingatkan penerapan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) untuk dapat dipatuhi para pelaku usaha. Sehingga diharapkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera terjadi.

“Rumusnya dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah satu, yaitu penanganan Covid-19,” tegas Sandiaga Uno.

Pesan dan arahan Sandiaga Uno disampaikan saat talkshow virtual yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema ‘Sektor Pariwisata Bersiap Bangkit, Prokes Covid 19 Tetap Diterapkan’, Rabu (29/9/2021).

Kesungguhan pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19 menurutnya dibuktikannya lewat penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Global Tourism Forum.

Presiden Jokowi memperoleh penghargaan sebagai tokoh pariwisata dunia karena kewaspadaan serta penanganan Covid-19 yang dinilai komunitas pariwisata dunia patut dicontoh oleh negara lain.

“Tentunya ini tidak boleh membuat kita jumawa, kita harus tetap berhati-hati dan saya melihat ada titik terang pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi lewat penerapan CHSE,” ungkap Sandiaga Uno.

Pentingnya penerapan CHSE yang menjadi standar utama atau gold standard itu, menurutnya akan disempurnakan lewat integrasi Aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga, tak hanya mengontrol kasus covid-19, lewat CHSE dan Aplikasi Pedulilindungi juga diharapkan dapat menghadirkan rasa aman dan rasa nyaman bagi para wisatawan.

“CHSE adalah kerja bersama, semua berkolaborasi. Sebagai gold standard, sertifikasi ini akan diintegrasikan dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” pesan Sandiaga Uno.

Kemenparekraf pun akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) sebagai garda terdepan. Bersamaan dengan hal tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi dengan seluruh pihak kini tengah mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

Langkah lain, Kemenparekraf juga menyiapkan sejumlah skenario untuk pembukaan pariwisata, termasuk melakukan upskill dan reskill tenaga kerja pariwisata agar dapat menerapkan CHSE dalam kegiatan parekraf.

“Kita pantau situasi, karena Kemenkes mengabarkan akan ada varian Covid-19 baru dan gelombang ketiga, jadi kita harus persiapkan diri jauh lebih baik. Apalagi kita akan membuka pariwisata untuk mancanegara ini, harus kita lakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan,” harap Mas Menteri Sandiaga Uno. CEB

Lanjutkan Membaca

Trending